A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Mengenal Sosok Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan yang Viral | Harian Momentum

Mengenal Sosok Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan yang Viral

304 Views
Kurnia Oktaviani S.Sos MM

MOMENTUM, Kalianda--Kurnia Oktaviani S.Sos MM atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Nunun, ternyata seorang traveler. Terbukti dengan akun media sosial dengan nama kurnianoen yang berisi tentang wisata. 

Hobby travelling ternyata telah dilakukan sejak kuliah. Ibu Nunun juga telah berkunjung ke beberapa destinasi wisata yang ada di Indonesia. Seperti Raja Ampat, Desa Waerebo, Labuan Bajo, Sumba, Lombok, Bali, dan hampir semua wisata di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sudah di kunjungi.

"Saya dulu kalau ngebolang, pergi sendiri. Tapi kadang ikut agent travel. Ga bawa-bawa barang banyak, cuma ranselan aja. Jadi yang namanya nginep di hotel melati, hingga hotel mewah saya udah pernah. Makan di warteg pinggir jalan, hingga resto mewah juga saya udah pernah. Naik pick up dan ngeteng, hingga naik pesawat kelas bisnis juga saya udah pernah," ulas Nunun.

Masih kata dia, kalau di pulau dan gunung, malahan tidur apa adanya. "Numpang-numpang mandi di pom bensin dan rumah warga juga saya sering, mandinya nimba," ujar Nunun.

Awal Buka Usaha Tour Travel

Berawal dari hobby, dia pergi ke sana-sini ketemu banyak orang dan nambah teman. "Dulu itu Pahawang lagi mulai hits-hitsnya tapi belum rame. Teman-teman komunitas saya ngehubungi saya mau ke Pahawang, saya mikir, kenapa gak saya garap aja," cerita dia.

"Modal nekat banget pokoknya," tambah Nunun. Belum punya perahu, dia melanjutkan, apalagi alat snorkling. "Semua masih sewa, sewa sama Kang Tatang rumahnya deket ringgung. Tamu pertama sekitar 10 orang. Awalnya saya semua yang jalanin. Dari mulai hubungin tukang perahu, sampai ke penyewaan alat snorkling. Alhamdulillah pada suka hingga mulai saya seriusin. Saya turun langsung, saya jadi supir jemputin tamu di bandara. Pokoknya kuncinya pelayanan dan kejujuran no 1. Kalau hobby, enjoy aja ngejalaninnya. Lagian kalau turun langsung, kita tau kondisinya," papar Kadis Pariwisata Lampung Selatan itu.

Alhamdulillah kata dia, sampe sekarang selalu ada tamu, tidak cuma Pahawang tapi semua wisata di Indonesia. "Dari keuntungan itu, saya udah bisa kebeli kapal, mobil kantor, dan alat-alat snorkling lengkap," ujar dia.

Kalau bicara awal nge-youtube, jadi karena sering pergi ngebolang, memori di telepon seluler itu full dengan foto-foto dan video. 

"Awalnya saya upload di youtube, biar gak menuhin memori hp. Eh ternyata ada yang nonton. Eh lama-lama dimonetisasi, dan udah dapet transferan 1 - 2 bulan dapat 100 dolar. Lumayan buat ganti-ganti pulsa," sambung Nunun.

Usaha Event Organizer

"Kadang-kadang tamu itu kalau ikut tour pengen ada entertaintnya. Kayak galla dinner, gathering, outing. Lalu saya berfikir, kenapa gak buka usaha event organizer juga, toh masih berhubungan. Ya Alahamdulillah ada aja event memakai jasa kami," papar dia.

Menjadi Promotor Musik

"Saya dan sahabat-sahabat saya suka banget nonton konser musik. Berbagai jenis konser udah saya rasain. Mulai dari konser outdoor dan indoor. Kalau untuk usia 30 tahun keatas pengen nonton konser itu yang nyaman," ujar dia.

Jadi Tahun 2019, dia mengundang Padi Reborn Band, perdana di Lampung, dengan konsep nonton konser dengan nyaman dan aman, dengan tema musik 90-an. "Saya pakai ballroom Novotel untuk Konser Padi. Alhamdulillah sukses. Orang-orang yang berumur 30 tahun ke atas, mereka butuh hiburan. Karena hari-hari mereka dipadati dengan kerja," ulas dia lagi.

Lalu Tahun 2020, giliran Kahitna di Gedung Graha Wangsa. "Alhamdulillah sukses. Tapi selanjutnya ada Covid. Mudah-mudahan saya bisa adain konser lagi. Sambil liat sikon (situasi dan kondisi)," terang Nunun.

Komunitas

"Saya pernah jadi anggota HIPMI, anggota Apindo tapi gak aktif, saya keluar. Saya juga pernah ikut komunitas diving club, ATV, Asperwi. Sekarang saya mau ikut komunitas-komunitas tentang wisata aja," kata dia.

Kenal sama para selebriti dan influencer, Nunun menambahkan, yang namanya eo, biasanya emang kenal para influencer dan para selebriti. "Ya namanya juga dunia hiburan. Intinya jaga hubungan baik aja," cetus dia.

Bersahabat dengan Risty Tagor

Awal kenal waktu umroh, 10 tahun yang lalu, dikenalin sama mbak Endang. Karena emang cocok dan 1 frekuensi, aku jadi deket banget. Risty itu udah seperti adek. Dia banyak membantu dan ringan tangan. Dulu pernah membantu promosiin lampung selatan. Baik banget.

Promosikan Lampung Selatan 

"Saat jadi sekretaris dinas, ibu saya nanya, apa yang udah kamu kasih untuk Lampung Selatan? Saya jawab belum ada. Jadi saya mikir, apa ya. Akhirnya saya nemu ide, kenapa ga minta bantuin Risty Tagor aja. Saya pengen Lampung Selatan itu dikenal wisatanya, tapi dana ga ada tuk promosi," ujar dia.

Akhirnya dia melanjutkan, minta tolong Risty, dan mau. "Dan saya bilang kadis pariwisata, saat itu Pak Mulyadi. Dan Pak Mulyadi bener-bener ngedukung, beliau saat itu pemimpin yang luar biasa, selalu membimbing saya," pungkas dia.(**)