A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Berasa Pulang Kampung, Ini Kesan Finalis Putri Indonesia saat Kunjungi Tanggamus | Harian Momentum

Berasa Pulang Kampung, Ini Kesan Finalis Putri Indonesia saat Kunjungi Tanggamus

1349 Views
Kunjungan 13 finalis Putri Indonesia di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

MOMENTUM, Kotaagung--Sebanyak 13 finalis Putri Indonesia tahun 2023 mengunjungi Kabupaten Tanggamus, Selasa (9-5).

Kedatangan finalis Putri Indonesia tersebut, disambut Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani di Talangpadang, Ketua TP PKK Tanggamus Hj Sri Nilawati, Ketua DWP Nuraini Lubis dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tanggamus Hj Retno Noviana Damayanti.

Sejumlah lokasi dikunjungi oleh belasan finalis Puteri Indonesia mulai dari sentra pembuatan kain tapis, UMKM, lokasi wisata Bukit Idaman dan wisata Air Terjun Waylalaan. Saat di Waylalaan para finalis Putri Indonesia juga disuguhkan makanan khas Tanggamus mulai dari Cubik hingga otak-otak.

Menurut Kepala Disparbud Tanggamus, Hj Retno Noviana Damayanti, kunjungan finalis Putri Indonesia itu menjadi ajang pengenalan sejumlah potensi yang ada di kabupaten mulai dari UMKM, kuliner hingga pariwisata.

Harapannya, kata Retno, para finalis Putri Indonesia bisa membantu mempromosikan pariwisata, produk UMKM dan makanan khas dari Tanggamus.

"Dalam pemilihan Putri Indonesia tahun 2023, Lampung menjadi icon, sehingga dipilih tiga kabupaten/kota. Dari 45 finalis dibagi tiga, ada yang ke Kabupaten Pesawaran, Tanggamus dan Kota Bandarlampung, kebetulan Tanggamus kedatangan 13 finalis," kata Retno.

Dilanjutkan Retno, kedatangan finalis Putri Indonesia ke Kabupaten Tanggamus merupakan kolaborasi antara Yayasan Putri Indonesia, Dispar Provinsi Lampung, Dekranasda Provinsi Lampung, Pemkab Tanggamus, Dekranasda Kabupaten Tanggamus dan HIPMI.

"Saya pikir dengan kehadiran finalis Putri Indonesia merupakan promosi yang baik untuk mengenalkan Tanggamus ke tingkat nasional. Tadi juga kita kenalkan mereka motif belah ketupat yang menjadi icon Kabupaten Tanggamus mulai dari proses pembuatan hingga produk udah jadi seperti tas dan pakaian, mereka juga antusias dengan kuliner khas Tanggamus," pungkas Retno.

Tita Kamila, finalis Putri Indonesia asal Sulawesi Selatan mengaku jatuh cinta dengan Kabupaten Tanggamus sejak pandangan pertama, utamanya pada kain tapisnya.

"Saat disambut pertama kali di bandara, saya langsung jatuh cinta kepada kain tapis Lampung. Apalagi tadi diceritakan mengenai filosofi dari kain tapis motif belah ketupat yang berasal dari Kabupaten Tanggamus. Tentunya apa yang saya dapati di Tanggamus akan saya promosikan di sosial media saya," kata dia.

Selain kain tapis motif belah ketupat, Dita juga mengaku senang dengan pariwisata dan keindahan Kabupaten Tanggamus. "Awalnya saya kira Tanggamus ini daerahnya panas, tapi tadi pas sampai ke Bukit Idaman, udaranya benar-benar sejuk dan pemandangannya indah sekali," ucapnya.

Lain halnya dengan Sindy Novela, Finalis Putri Indonesia asal Provinsi Jambi ini menyebut bahwa kunjungan ke Lampung sama halnya dengan pulang kampung ke Jambi. "Lampung dan Jambi kan lokasinya berdekatan dan kita masih satu rumpun, adat dan makanannya hampir sama. Disini juga ada otak-otak dan empek-empek, tapi yang paling berkesan ikan bakarnya. Pengalaman di Tanggamus akan saya ceritakan di grand final Putri Indonesia," kata dia.

Sementara, Chindy Agata Bosawer, Finalis Putri Indonesia asal Papua Barat mengaku paling berkesan dengan makanan Cubik. "Rasanya enak, di Papua juga orang-orang suka makan ikan, tapi Cubik ini rasanya lebih enak," kata dia.(**)