A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pesawaran Gencar Promosi Pariwisata di Forum Internasional | Harian Momentum

Pesawaran Gencar Promosi Pariwisata di Forum Internasional

477 Views
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghadiri Forum Investasi Pariwisata Internasional 2024 di SwissĂ´tel PIK Avenue, Jakarta

MOMENTUM, Jakarta--Kabupaten Pesawaran gencar melakukan promosi pariwisata melalui berbagai forum, guna menarik investasi.

Terkait promosi pariwisata tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengikuti pembukaan Forum Investasi Pariwisata Internasional atau International Tourism Investment Forum (ITIF) 2024. Acara berlangsung di SwissĂ´tel PIK Avenue, Jakarta pada 5 hingga 6 Juni 2024.

Agenda yang mengusung tema "Elevating Tourism Investments for a Sustainable Growth" itu  dihadiri kurang lebih 600 peserta, mulai dari pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, investor, serta pemilik proyek.

"Penyelenggaraan ITIF 2024 terdapat sederet rangkaian kegiatan seperti high level talks, roundtable session dengan beberapa delegasi negara seperti India dan Rusia terkait investasi di sektor parekraf, juga ada penandatanganan sejumlah kerjasama," kata Bupati Pesawaran melalui rilis humas pemkab setempat, Kamis (6-6-2024).

Menurut Dendi, capaian nilai investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun 2023 sendiri telah melebihi target yang ditetapkan. Hotel berbintang, restoran, serta hotel dan apartemen, masih menjadi tiga sektor teratas yang paling banyak dicari investor asing dan wisata medis juga akan menjadi fokus pengembangan pariwisata di masa mendatang. 

"UN Tourism juga telah menekankan pentingnya berinvestasi terhadap people, planet, and prosperity dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan dan sejahtera," katanya.

"Tren pariwisata ke depan menitikberatkan pada pelestarian alam, budaya, dan lingkungan serta keterlibatan masyarakat lokal sangat diperlukan," terangnya.

Dendi menyebut, ITIF 2024 diselenggarakan sebagai upaya memperkuat inovasi, ketahanan, dan pertumbuhan berkelanjutan dengan mengutamakan people, planet, dan prosperity. 

Penyelenggaraan ITIF untuk kedua kalinya di Indonesia menjadi platform untuk menghubungkan para pemangku kepentingan terkait peluang dan tantangan dalam penerapan investasi hijau. Melalui ITIF 2024 diharapkan dapat menjadi platform untuk memberikan solusi dalam rangka mempercepat investasi pariwisata. 

"Kabupaten Pesawaran memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Pandan yang terus dikembangkan dan menjadi modal Pemkab Pesawaran terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk berinvestasi di Bumi Andan Jejama,"ungkapnya 

Karena itu, lanjut dia, Pemkab Pesawaran terus berupaya untuk menarik investor masuk untuk mengembangkan Pesawaran menjadi lebih maju. 

"Beberapa hari lalu hotel bintang lima, resmi beroperasi di Pesawaran dan saat ini masa penjajakan investor Rusia di sektor pariwisata, kelautan dan perkebunan," jelasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, investasi dipengaruhi oleh global challenges seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga digitalisasi. Karena itu diperlukan konsolidasi yang sehat untuk mencapai tujuan nasional Indonesia, dalam hal ini adalah pembangunan pariwisata. 

"Indonesia memiliki peluang meningkatkan kualitas dan kuantitas dari industri pariwisata karena dianugerahi kekayaan sumber daya alam, kekayaan budaya, dan bahkan pariwisata halal," kata Sri Mulyani.  

Menurut dia. Kawasan Ekonomi Khusus yang dibangun pemerintah Indonesia akan menjadi peluang meningkatkan pariwisata Indonesia dan menarik para investor untuk berinvestasi.

"Selain itu, peran pemerintah daerah juga perlu dimaksimalkan dengan sejumlah insentif melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik untuk menjaga dan melestarikan destinasi di daerah masing-masing. Meliputi perbaikan area amenitas dan daya tarik atau atraksi wisata, hingga peningkatan kapasitas SDM," paparnya. (**)