A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Biaya Sandar Mahal, Pemilik Perahu Penyeberangan Wisata Mengeluh | Harian Momentum

Biaya Sandar Mahal, Pemilik Perahu Penyeberangan Wisata Mengeluh

1490 Views
Perahu penyeberangan wisata di Dermaga Ketapang, Kabupaten Pesawaran

Harianmomentum--Wisatawan yang hendak menyeberang ke Pulau Pahawang, mungkin sedikit kesulitan mencari perahu penyebarang yang bisayanya banyak bersandar di Dermaga Ketapang, Kecamatan Telukpandan, Kabupaten Pesawaran.    

 

Saat ini banyak perahu peyeberangan wisatawan berpindah sandar di dekat Pantai Wisata Kelapa Rapat (Klara) yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari Dermaga Ketapang.

 

Penyebab perahu-perahu penyebarangan itu pindah sandar, karena masalah restribusi biaya sandar yang ditetapkan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

 

”Biaya sandar di Dermaga Ketapang itu, terlalu mahal. Satu trip Rp50 ribu. Padahal satu hari kita bisa lebih dari satu trip, terutama kalau Sabtu dan Minggu,” kata salah satu pemilik perahu penyeberangan wisata di lokasi itu pada harianmomentum.com, Senin (16/10).         

          

Hal senada dikatakan pemilik perhau lainnya. Menurut dia, biaya sandar itu sangat membebani l.Terlebih para pemilik perahu juga masih dikenakan biaya saat mengantar wisatawan ke lokasi snorkling.

 

“Biaya sandar itu sangat membebani. Apa lagi, kami juga harus membayar Rp20 ribu saat mengantar pengunjung ke lokasi snorkling,” terangnya.

 

Para pemilik perahu tersebut berharap, Pemkab Pesawaran dapat memberikan aturan keringanan biaya sandar tersebut. “Pemerintah kabupaten harus memberikan aturan yang jelas soal biaya sandar ini, agar tidak terlalu memberatkan kami,“ harapnya. (eri)