A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pariwisata di Bandarlampung Kembali Menggeliat | Harian Momentum

Pariwisata di Bandarlampung Kembali Menggeliat

992 Views
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung Muhammad Yudhi./ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung memberikan izin bagi industri pariwisata dan perhotelan untuk membuka kembali bisnisnya.

Hal itu menyusul rencana penerapan new normal atau tatanan sosial baru bagi warga Kota Bandarlampung yang sempat melakukan pembatasan sosial selama kurang lebih tiga bulan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlamlung, Muhammad Yudhi mengatakan dibukanya tempat wisata dan perhotelan dimulai pekan ini. "Praktis, ada yang mulai buka Sabtu lalu seperti Taman Wisata Lembah Hijau, dan Puncak Mas," kata Yudhi kepada harianmomentum.com, Selasa (9-6-2020).

Dia mengingatkan kepada pelaku usaha pariwisata untuk menjamin penerapan protokol kesehatan, guna mencegah potensi penularan virus Corona yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

"Untuk hotel, tempat hiburan dan wisata boleh beroperasi, namun protokol kesehatan jelas tak bisa ditawar lagi, itu syarat mutlak," tegasnya.

Dia juga mengatakan, dinas pariwisata melakukan koordinasi dan pengawasan secara rutin dengan pengusaha dan pelaku pariwisata.

"Jika terbukti ada yang melanggar, maka kami akan lakukan peringatan keras, dan ada sangsi tegas bagi yang mengabaikan protokol pencegahan covid-19," kata mantan camat sukabumi tersebut.

Menurut dia, dua hal yang harus diperhatikan dalam penerapan tatanan sosial baru bagi masyarakat kota tapis berseri. "Pertama aspek ekonomi, dan kedua aspek kesehatan bagi masyarakat, karena new normal inikan siasat agar ekonomi tetap jalan, tetapi kesehatan dan keselamatan tetap diperhatikan," tambahnya. (**)

Laporan: Rifat Arif

Editor: Agus Setyawan