A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Ciptakan Alat Tes Fisik, Kombes Hadi Gunawan Terima Penghargaan dari Presiden | Harian Momentum

Ciptakan Alat Tes Fisik, Kombes Hadi Gunawan Terima Penghargaan dari Presiden

3530 Views
Kombes Pol Hadi Gunawan usai menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo saat HUT ke-72 Bhayangkara karena telah menciptakan alat untuk tes fisik.

Harianmomentum.com--Menciptakan alat tes fisik, Komisaris Besar (Kombes) Hadi Gunawan mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu dilakukan karena Kepolisian Republik Indonesia (Polri) komitmen untuk transparan pada penerimaan anggota Polri. Kekhawatiran masyarakat akan adanya kecurangan, dalam tes fisik khususnya, dijawab dengan penggunaan alat bernama Shuttle Run Counter (SRC).

Penemu atau pencipta alat ini, yaitu Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hadi Gunawan yang pernah menjabat sebagai kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Lampung.

Hadi Gunawan mengatakan, alat ini mampu mengukur dan melihat kemampuan calon anggota Polri pada tes fisik. Sehingga calon anggota Polri mendapatkan hasil tes ujian mereka dengan adil dan transparan.

SRC, ia menerangkan merupakan alat hitung kecepatan lari yang didesain dengan teknik digital untuk memudahkan pengukuran akselerasi maupun kelincahan setiap peserta, dalam rangka tes kesemaptaan jasmani, sehingga penghitungan hasil tepat, cepat, dan akurat.

“Alat ini bekerja dengan sensor sebagai penggerak stopwatch. Setelah putaran ke-3 stopwatch akan berhenti secara otomatis manakala peserta melewati sensor lagi,” jelas perwira yang sedang mengikuti Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga Ketahanan Nasional  Republik Indonesia (Lemhanas RI).

Cara kerja SRC, yakni seseorang berlari di lintasan yang berbentuk angka 8 di antara dua buah tiang yang berjarak 10 meter sebanyak tiga kali, hingga  kembali ke tempat awal berlari.

Lanjutnya, agar perangkat dapat bekerja sesuai fungsinya, maka pengaturan perangkat SRC terhubung dengan konfigurasi alat lainnya, seperti komputer atau laptop. 

Ia juga menerangkan, sistem atau software akan mengolah data dengan algoritma tertentu, sehingga selain mendapatkan waktu, alat akan menampilkan nilai serta golongan umur peserta dan sebagainya.

“Jadi hasil tes dapat langsung  ditampilkan pada layar LCD atau LED, peserta bersama orangtua dapat melihat hasilnya langsung secara transparan,” ujarnya.

Penggunaan alat SRC yang telah dipatenkan ini, kata Hadi Gunawan, tidak terbatas pada saat penerimaan calon anggota Polri saja. Tapi, dapat juga digunakan untuk mengukur kesehatan dan kekuatan personel Polri.

Dalam penggunaan secara luas, alat SRC, tentunya dapat digunakan untuk mengetahui fisik atlet, terutama atlet lari dan jenis cabang olahraga atletik lainnya.

“Yang paling  utama untuk memberikan rasa nyaman ke objek tes, bisa calon anggota polisi baru atau para anggota yang mengetahui kondisi fisiknya, murni dari hasil kemampuan,” tuturnya.

Atas temuannya ini, dalam HUT ke-72 Bhayangkara 2018 yang dilaksanakan di Istora Senayan Jakarta, Rabu (11/7) kemarin,  Presiden RI Joko Widodo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, memberikan penghargaan kepada Hadi Gunawan. Selain itu ada juga beberapa anggota Polri lainnya. (*/rls)