A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

DPUPR Pringsewu Gelar Lomba Mancing | Harian Momentum

DPUPR Pringsewu Gelar Lomba Mancing

1835 Views
Ilustrasi. Foto:ist

Harianmomentum.com--Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Pringsewu menggelar Lomba Mancing Mania, Minggu (11/3).  

 

Lomba yang dilaksanakan di embung Pekon (desa) Wonodadi Utara, Kecamatan Gadingrejo itu merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 9 kabupaten setempat.

 

Kepala DPUPR Pringsewu Andi Purwanto mengatakan, lomba tersebut  bertujuan menumbuhkan rasa kebersamaan warga dalam menyukseskan pembangunan. 

 

“Sebelumnya kita juga sudah menggelar lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanak. Melalui lomba ini, kita ingin semakin menumbukan semangat kebersamaan dan gotong royong warga untuk menyukseskan pembangunan,” kata Andi.

 

Selain itu, lanjut dia, melalui lomba mancing tersebut, DPUPR juga mengajak masyarakat untuk aktif memelihara keberadaan embung. 

 

“Embung ini kan sarana penampungan air. Gunanya untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian, khususnya di musim kemarau. Nah, lewat lomba ini kita mengajak masyarakat untuk ikut memelihara embung, agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” terangnya.

 

Hal senada dikatakan Sekretaris DPUPR Pringsewu Imam Santiko. Menurut dia, pembangunan embung tersebut adalah salah satu bentuk nyata program bidang pengairan yang dilaksankan DPUPR Pringsewu.

 

"Bila musim kemarau tiba, para petani bisa langsung mengambil air di embung ini dengan cara disedot dengan mesin untuk kebutuhan sawah mereka," terangnya. (why/lis)