A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jalan Tembus di Pringsewu Barat Perlu Dibangun | Harian Momentum

Jalan Tembus di Pringsewu Barat Perlu Dibangun

915 Views
Salah satu ruas jalan tembus di Keluruhan Pringsewu Barat yang diharapkan bisa segera dibangun. Foto: lis

Harianmomentum.com--Warga Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu  berharap pemerintah kabupaten setempat merealisasikan program pembangunan peningkatan dua ruas jalan tembus.


Lurah Pringsewu Utara Marwan mengatakan, dua ruas jalan tembus yang diharapkan bisa segera dionderlagh, kemudian diaspal itu: Jalan Baru menuju Perumnas Pringsewu Barat atau dari RT.03 ke RT.05 Lingkungan V. Panjang jalan itu 870 meter dan lebar 5 meter.

Kemudian, ruas jalan di depan Grojogan sewu menuju Jalan Tani atau menuju SMPN 4 Rejosari, sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar 5 meter.

"Kedua ruas jalan itu membelah areal persawahan. Karena itu, pada sisi kanan-kiri jalan juga harus dibangun talud. Kemudian gorong-gorong untuk saluran irigasi lahan persawahan,” kata Marwan, baru-baru ini.

Dia menuturkan, ruas jalan di depan Grojogan Sewu menuju SMPN 4 sudah sejak 10 tahun lalu melalui swadaya masyarakat.  

 

“Pembukaan jalan itu memang atas swadaya masyarakat yang menghibahkan sebagain lahan sawah mereka untuk badan jalan. Hingga kini jalan itu belum pernah tersentuh program pembangunan. Jadi masih berupa jalan tanah,” tuturnya.

Menurut dia, saat  musyawarah rencana pembangunan tingkat kelurahan setempat  pada Desember 2017, warga sudah mengajukan proposal pembangunan badan jalan tersebut.

"Proposal sudah kami layangkan kepada Bapak Bupati Pringsewu melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pringsewu dengan tembusan kepada DPRD, Kepala Bappeda dan Camat Pringsewu," ungkapnya.

Dia menambahkan, kedua ruas jalan tersebut masuk kategori vital, karena berfungsi sebagai jalan lingkar atau alternatif, jika terjadi kemacetan pada ruas jalan utama di pusat Kota Pringsewu.

Dia juga memaparkan,Kelurahan Pringsewu Barat terbentuk sejak 31 Agustus 2002 berdasarkan Perda Nomor: 02 tahun 2002 bersama dengan Kelurahan Pringsewu Selatab, Utara dan Pringsewu Timur. 

 

“Kelurahan Pringsewu Barat terdiri dari tujuh lingkungan (LK) dan 34 rukun tetangga (RT). Walau sudah banyak pembangunan, namun ada beberapa lokasi yang masih perlu ditata oleh pemerintah daerah. Salah satunya, pembangunan kedua jalan tembus itu,” paparnya. (lis)