A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

‘Ngaku’ Polisi: Komplotan Begal Gondol Sepeda Motor | Harian Momentum

‘Ngaku’ Polisi: Komplotan Begal Gondol Sepeda Motor

904 Views
Satuan Reskrim Polres Tulangbawang berhasil menangkap tersangka curanmor.

Harianmomentum.com--Satuan Reskrim Polres Tulangbawang berhasil menangkap JU (30), PA (27) dan AB (38) yang merupakan pelaku Curas (pencurian dengan kekerasan) yang terjadi di Rumah Makan Tadila Tiyuh (kampung) Cahyo Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulangbawang Barat.

 

Hal tersebut dikatakan Kasat Reskrim AKP Donny Kristian Baralangi mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadiwibowo mengungkapkan para pelaku ditangkap di tempat yang berbeda.

 

“JU yang berprofesi swasta merupakan warga lingkungan Gunung Sakti Kelurahan Menggala Selatan Kecamatan Menggala Kabupaten Tulangbawang ditangkap sekira pukul 06.00 WIB di kontrakannya, PA yang berprofesi buruh dan AB yang berprofesi karyawan swasta merupakan warga Kampung Gunungagung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah ditangkap sekira pukul 15.00 WIB di rumahnya,” jelasnya, Selasa (16/1).

 

Kasat Reskrim menerangkan, para pelaku ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 14 / I / 2018 / Polda Lpg / Res Tuba tanggal 13 Januari 2018 dengan korban Ari Sudarwoto (29) yang berprofesi tani warga Tiyuh Karta Raharja Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat dengan kerugian 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam F 6579 YL dan 1 unit sepeda motor Yahama Mio Soul GT warna merah yang semuanya ditaksir seharga Rp15 Juta.

 

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku JU dan PA mengaku sebagai anggota kepolisian dan memberhentikan kendaraan yang sedang dikendarai korban Ari Sudarwato beserta saksi Urpan (20) saat melintas di depan Rumah Makan Tadila.

 

Kemudian, pelaku JU dan PA membawa korban dan saksi ke tempat yang sepi dan gelap, setelah sampai di tempat tersebut, sepeda motor dan handphone milik korban beserta saksi diambil oleh pelaku JU dan PA dengan mengancam bahwa kaki korban dan saksi akan ditembak.

 

“Pelaku JU dan PA dalam melakukan aksi kejahatannya mengaku sebagai anggota kepolisian, lalu mengecek surat-surat kendaraan yang dibawa oleh korban dan saksi, serta mengatakan bahwa surat-surat kendaran tersebut tidak sesuai dengan sepeda motor yang dibawa oleh korban beserta saksi," kata dia.

 

Pelaku JU dan PA juga mengatakan bahwa korban dan saksi adalah pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor dari Pulau Jawa serta mengancam akan menembak kaki korban beserta saksi, karena korban dan saksi ketakutan pelaku JU dan PA dengan mudah dan leluasa melakukan aksi kejahatan mereka.

 

AKP Donny Kristian menerangkan, dari hasil pengembangan penangkapan terhadap pelaku JU dan PA, petugas berhasil menangkap pelaku AB sebagai penadah sepeda motor hasil kejahatan dan dari tangan para pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam F 6579 YL, 1 unit sepeda motor Yahama Mio Soul GT warna merah, 1 unit handphone merk Aldo warna hitam dan 1 unit handphone merk Samsung Galaxy J3 warna putih milik korban dan saksi.

 

“Saat ini para pelaku sudah ditahan di Mapolres Tulangbawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya untuk pelaku JU dan PA akan dijerat dengan Pasal 365 ayat 2 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun dan untuk pelaku AB akan dijerat dengan pasal 480 KUHPidana tentang penadahan barang hasil kejahatan diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun,” tandasnya.(red)