A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tito: Sumber Masalah Terorisme Ada Pada Demokrasi Liberalnya Barat | Harian Momentum

Tito: Sumber Masalah Terorisme Ada Pada Demokrasi Liberalnya Barat

1130 Views
Jenderal Pol Tito Karnavian. Foto: Google

Harianmomentum--Kepala Polri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mengaku sudah sering menginterogasi teroris yang ia tangkap selama bertugas di kepolisian.

Para teroris itu sebagian ditangkap di Indonesia, tetapi ada juga yang diciduk di Malaysia, atau berasal dari penjara Guantanamo, AS.

Dari sekian banyak teroris yang ia "korek", Tito menilai semua memiliki pemikiran sama, yaitu menjadikan agama sebagai landasan bertindak.

"Atas nama Tuhan membunuh yang lain," katanya dalam diskusi bertajuk "Indonesia di Persimpangan Antara Negara Pancasila Vs Negara Agama" di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, dikutip RMOL.CO Sabtu (8/4).

Menurut dia, fenomena itu dikarenakan politik internasional demokrasi liberal yang dikembangkan negara-negara Barat ke seluruh dunia, termasuk negara Islam.

"Sepanjang Barat menggunakan untuk kepentingan politik mereka, maka ini akan terus terjadi. Nilai keagamaan, konflik-konflik, akan terus menguat. Apa yang terjadi selama ini, meledak di Perancis, meledak di mana-mana, karena ada masalah di Timur Tengah, problem di dunia Islam," urainya.

Tito mengajak semua pihak untuk terus berusaha menghentikan sumber masalah tersebut agar dunia menjadi damai. 

"Tapi kalau konflik terus terjadi di dunia Islam, maka tempat lain akan menjadi split over," imbuhnya. 

Tito pun menegaskan bahwa 
terorisme yang terjadi di Indonesia juga tidak lepas dari konflik dunia Islam yang terjadi di Timur Tengah.

"Soal ISIS ini akan sangat sulit, sementara kasus Al Qaeda lebih gampang. Dua negara besar seperti 
Amerika dan Rusia memiliki persamaan persepsi soal Al Qaeda. Tapi soal ISIS mereka berbeda," jelasnya. (Red)