A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Membelot, Dua Kader PKB Terancam Dipecat | Harian Momentum

Membelot, Dua Kader PKB Terancam Dipecat

1263 Views
Dua Kader PKB Khaidir Bujung dan Midi Ismanto (berkaos hitan dan berpeci) turut serta mengantarkan Pasangan Mustafa--A.Jajuli yang didukung Partai Nasdem, Hanura dan PKS ke kantor KPU, kemarin.Foto: Agung DW

Harianmomentum.com--Dua oknum kader DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Khaidir Bujung dan Midi Ismanto terancam dipecat dari partainya.

Alih- alih memenangkan calon gubernur yang diusung PKB, mereka justru membelot dengan mendukung pasangan Mustafa—Ahmad Jajuli yang diusung Nasdem, Hanura dan PKS.

Bahkan, kedua Anggota Fraksi PKB DPRD Lampung itu turut serta menghantarkan Mustafa mendaftar ke KPU, Senin (8/1/18), dengan memakai baju bertuliskan 'Mustafa Gubernurku'.

Padahal, Ketum PKB Muhaimin Iskandar telah mendeklarasikan pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim sebagai cagub dan cawagub Lampung periode 2019-2024.

Saat itu, Muhaimin menegaskan setiap kader partainya wajib mensosialisasikan dan memenang kader yang diusung.

Menanggapi dugaan pelanggaran itu, Sekretaris DPW PKB Lampung Okta Rijaya menyatakan Khaidir Bujung dan Midi Ismanto telah melanggar aturan partai dengan ikut pada pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung partai lain.

Sehingga keduanya akan mendapatkan sanksi dari PKB. "Yang jelas mereka sudah melanggar aturan, akan diberikan sanksi tegas," tegas Okta.

Okta bercerita, sebenarnya kedua kader partai itu telah meminta ijin kepadanya sebelum berangkat mengantarkan Mustafa ke KPU Lampung. Saat itu, Okta tidak memberikan ijin dan menyarankan untuk tidak hadir.

"Iya tadi minta ijin, tapi saya sarankan untuk tidak datang. Namun mereka tetap hadir juga. Artinya mereka tidak patuh terhadap partai," jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPW PKB Lampung Khaidir Bujung mengatakan bahwa kehadirannya pada pendaftaran Mustafa - Jajuli tidak melanggar.

Sehingga, dia yakin tidak akan mendapatkan sanksi dari partai. "Apa yang mau disanksi? Kami disini mengawal para kyai dari Majelis Syuro. Jadi tidak ada yang melanggar," kilahnya.

Dia menyatakan, akan tetap mendukung dan memenangkan Mustafa - Jajuli pada Pilgub mendatang.

"Beliau (Mustafa) ini Ketua Syeher Mania atau pecinta shalawat. Inilah gubernur yang pantas. Mustafa Gubernur!" seru Bujung. (adw/ap)