A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Kemenhan Ingatkan Potensi Ancaman Non Militer | Harian Momentum

Kemenhan Ingatkan Potensi Ancaman Non Militer

1752 Views
Pejabat PPTP Kemhan RI Provinsi Lampung Kolonel Kav. Robert Owen Tambunan berfose bersama unsur Forkopimda

Harianmomentum--Kementerian Pertahanan RI bertekad meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Lampung untuk mengantisipasi ancaman kemanan non militer.

Salah satu caranya melalui sosialisasi dan membangun pertahanan dan keamanan negara.

Hal itu dikatakan Pejabat PPTP Kemhan RI Provinsi Lampung Kolonel Kav. Robert Owen Tambunan ketika menjadi Narasumber pada Sosialisasi Ancaman Non Militer dalam rangka Pembinaan Bela Negara, di Ruang Sungkai Balai Keratun, Kamis (06/04/17).  

Menurut dia, seluruh elemen masyarakat harus bersatu membangun pertahanan dan keamanan negara, khususnya di Provinsi Lampung. 

Dalam paparannya, Kolonel Kav. Robert Owen Tambunan menjelaskan, dalam membentuk Negara yang kuat diperlukan sinergi melalui pengelolaan potensi yang ada seperti geografis, sumber kekayaan alam, ideologi, SDM dan lainnya.

"Negara juga harus mampu meningkatkannya melalui hubungan internasional yang baik dengan Negara lain,” ujarnya.

Untuk mendukung kerjasama ini, negara harus memiliki kekuatan, terutama kekuatan pertahanan. Selanjutnya, dalam melakukan pembangunan negara, Kemhan RI menerapkan 2 (dua) pendekatan yaitu pendekatan Kesejahteraan dan pendekatan keamanan.

"Keduanya harus dilaksanakan secara bersamaan untuk membentuk suatu negara yang aman dan sejahtera,” jelasnya.

Robert menambahkan, saat ini tingkat ancaman non militer sudah tinggi. Untuk itu, perlu kebersamaan dalam membangun pertahanan negara sesuai dengan perannya.

"Kita harus bersama meningkatkan pertahanan NKRI. Kegiatan ini diharapkan bermanfaat secara pribadi dan juga masyarakat lainnya," kata Robert. 

Sementara, Letkol Arm. Didik Harmono Dandim 0410/KBL mewakili Danrem 043/Gatam menyampaikan dalam melakukan bela negara,  tidak selamanya harus melalui wajib militer.

"Selama telah melaksanakan profesi kita dengan baik,  maka itu sudah termasuk bela negara," tambah Didik. 

Diinformasikan Kepala Biro Humas dan Protokol Bayana, acara dihadiri oleh Perwakilan Forkopimda Provinsi Lampung, Rektor UTB Akhrul Latief, Wakil Rektor UIN RIL Syaiful Anwar, Wakil Rektor Teknokrat Agus dan lainnya. (rls/red)