A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tiga Daerah di Lampung Rawan Gempa | Harian Momentum

Tiga Daerah di Lampung Rawan Gempa

175 Views
Ilustrasi

MOMENTUM, Bandarlampung--Tiga kabupaten di Lampung masuk daerah yang rawan bencana gempa bumi.

Ketiga kabupaten itu: Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung.

Hal itu disampaiakan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Lampung Joni Toyib saat diwawancarai, Kamis (20-6-2024).

"Daerah rawan gempa itu Lampung Barat, Pesisir Barat dan sebagian kecil Tanggamus," kata Joni.

Menurut dia, potensi gempa di tiga daerah itu lebih tinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya.

Dia menjelaskan, ketiga kabupaten itu dilewati sesar bukit barisan yang membentang hingga ke Povinsi Aceh.

"Disisi selatan Pulau Sumatera terdapat bukit barisan dan tumpukan lempeng benua antara Indo-Australi dengan lempeng Eurasia," jelasnya.

Selain itu, sejumlah daerah di Lampung juga rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung.

Untuk daerah yang rawan banjir berada di Tulangbawang, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, Bandarlampung hingga Lampung Selatan.

"Itu semua adalah daerah yang berpotensi mengalami banjir. Secara umum dapat kita waspadai, kalau banjir ada di daerah aliran sungai maupun rawa," sebutnya.

Sedangkan untuk daerah yang berpotensi tinggi terjadinya puting beliung adalah Lampung Selatan dan Waykanan.

Dia mengatakan, BPBD terus mempersiapkan untuk menghadapi terjadinya bencana alam.

"Kita juga punya pusdalops yang bekerja 24 jam yang juga terkoneksi dengan jaringan milik pusdalops kabupaten/kota. Jadi perkembangan lingkungan dan cuaca kami pantau terus," terangnya.

BPBD juga bekerjasama dengan BMKG yang memberikan update peringatan dini cuaca secara real time.

"Peringatan dini atau prakiraan cuaca kedepan yang dikeluarkan oleh BMKG akan menjadi panduan bagi kita untuk memberikan alarm sistem kepada teman-temen untuk waspada terhadap pergerakan dan perubahan cuaca," tuturnya. (**)