A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Hadapi PON Aceh-Sumut September 2024, KONI Lampung Paparkan Aturan Keberangkatan Cabor | Harian Momentum

Hadapi PON Aceh-Sumut September 2024, KONI Lampung Paparkan Aturan Keberangkatan Cabor

308 Views
Ketua Harian, Brigjen TNI (Purn) Amalsyah Tarmizi.

MOMENTUM, Bandarlampung--Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pengurus dan manajer cabang olahraga lolos Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Rakor berlangsung di ruang rapat KONI Lampung, Jumat (14-6-2024) guna memberikan beberapa informasi penting terkait keberlangsungan PON di Aceh-Sumut 2024.

Ketua Harian, Brigjen TNI (Purn) Amalsyah Tarmizi menegaskan bahwa PON XXI 2024 sudah dipastikan akan berlangsung September 2024. "Ini ditegaskan sesuai rapat koordinasi yang dilakukan pemerintah pusat terkait PON XXI yang diputuskan akan berlangsung di dua provinsi ujung Sumatera itu, dan ditetapkan mulai tanggal 8-20 September 2024," kata dia.

“Kita sudah mendengar kabar tentang keputusan rapat terbatas menteri terkait PON sudah dipastikan berlangsung di dua provinsi Aceh dan Sumut. Jadi kalau mendengar desas-desus terkait mau ditunda itu tidak benar. Makanya kita terus fokus untuk menuju ke PON XXI,” tambah Amalsyah mengawali rapat koordinasi tersebut.


Terkait anggaran, Amalsyah juga menegaskan bahwa dalam persoalan aturan, terutama dalam urusan keuangan dan pertanggungjawabannya, KONI Lampung tetap memegang teguh aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami tetap pada prosedur dan aturan yang berlaku dari pemerintah, terutama terkait soal keuangan dan pertanggungjawabannya. Ini soal aturan yang ada di KONI Lampung. Kami harus patuh, karena ini adalah uang rakyat yang dipercayakan kepada kita semua dan harus dipertanggungjawabkan. Jadi mekanismenya jelas. Ini bukan mempersulit,” tegas Amalsyah.

Dengan sering melakukan komunikasi lewat rapat koordinasi seperti ini, lanjut Amalsyah, artinya KONI memberikan peluang untuk komunikasi dan mempermudah sistem yang bisa dilakukan pengurus cabor yang terkait dengan KONI Lampung.

“Sering kita rakor ini kan agar terus terjalin informasi dengan perkembangan yang baru, agar tidak mampet informasi dan komunikasi. Jangan ada justifikasi kami mempersulit cabor terutama urusan bantuan peralatan dan lain-lain. Dengan system yang kami sampaikan ini, maka bentuk dari kemudahan dan agar semua berjalan lancar dan terbuka,” tambahnya.

Semua proses, lanjut Amalsyah, bisa dikomunikasikan dengan petugas atau pejabat pembuat komitmen (PPK), agar tidak keliru dalam melaksanakan pengadaan.

Sementara Zaldi, PPK yang menangani beberapa urusan dari KONI Lampung juga mempersilahkan untuk melakukan komunikasi dengannya. “Silahkan hubungi saya untuk proses yang kira-kira teman-teman pengurus cabor belum jelas, secepatnya karena berpacu dengan waktu,” katanya.

Pengadaan peralatan memang sangat penting menunjang prestasi, namun sebagai konsekuensi dari pengeluaran anggaran diperlukan proses administrasi yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami siap berkonsultasi kepada seluruh cabor pengguna anggaran agar tertib administrasinya baik. Tentu semua diperlukan kerjasama satu sama lain. Beberapa persyaratan harus dipenuhi dengan skala prioritas yang bisa dikomunikasikan secepatnya,” kata dia.

Sebagai informasi tambahan, dalam rapat terbatas Presiden dengan menteri terkait PON, yang hasilnya disampaikan oleh Menpora Dito Aryotedjo kepada wartawan, bahwa Presiden berpesan PON XXI harus sukses administrasi, prestasi dan penyelenggaraan. Menpora juga akan membentuk satuan tugas pemantau perkembangan persiapan tuan rumah secara berkala. Pembukaan PON akan dilakukan di Provinsi Aceh sedangkan penutupan berlangsung pada Sumatera Utara. (**)