A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Bulan Ini, Lampung Dapat Tambahan 596 Ribu Tabung Gas Subsidi | Harian Momentum

Bulan Ini, Lampung Dapat Tambahan 596 Ribu Tabung Gas Subsidi

210 Views
Ilustrasi

MOMENTUM, Bandarlampung--Provinsi Lampung mendapatkan tambahan kuota 596.400 tabung LPG 3 kilogram.

Penambahan itu seiring dengan peningkatan jumlah konsumsi gas bersubsidi di Lampung.

Begitu disampaikan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Evie Fatmawaty, Kamis (13-6-2024).

"Bulan Juni ada penambahan 596.400 tabung LPG 3 kilogram," kata Evie.

Menurut dia, penambahan itu untuk mengantisipasi kelangkaan dan persiapan menghadapi Idul Adha 2024.

Sehingga, diharapkan kebutuhan LPG bersubsidi bisa terpenuhi. Khususnya saat Idul Adha.

"Pasti banyak ibu-ibu yang mau buat kue dan sebagainya. Jadi yang biasanya beli hanya 3 bisa jadi 10," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Keberadaan liquefied petroleum gas (LPG) tabung 3 kilogram mengalami kelangkaan di pangkalan dan warung eceran.

Bahkan, harga gas subsidi itu mengalami kenaikan hingga mencapai Rp26 ribu.

Meski demikian, PT Pertamina Patra Niaga mengklaim stok dan pasokan tak ada kendala.

Begitu disampaikan Area Manager Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan saat diwawancarai, Selasa (11-6-2024).

"Untuk tabung gas 3 kilogram tidak ada kendala. Baik stok dan supply dari depot," kata Nikho.

Dia menjelaskan, kelangkaan yang terjadi biasanya dipengaruhi peningkatan konsumsi.

"Biasanya karena konsumsi yang lebih banyak dari yang seharusnya," ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan, pertamina akan memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi.

"Kami akan supply kalau memang di lapangan ada info kekurangan," jelasnya. (**)