A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Gubernur Serahkan Hewan Ternak Program Desa Baznas di Tulangbawang | Harian Momentum

Gubernur Serahkan Hewan Ternak Program Desa Baznas di Tulangbawang

333 Views
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berkunjung ke Tulangbawang. Foto. Ist.

MOMENTUM, Tulangbawang--Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyerahkan bantuan hewan ternak Program Desa Baznas di Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang, Kamis 30 Mei 2024.

Menurut Arinal, Program Desa Baznas berasal dari dana zakat, infaq dan shadaqah yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

"Pemanfaatan dan distribusi zakat, infaq dan shadaqah bukan dalam bentuk uang tunai namun dalam bentuk zakat produktif berupa fasilitas dan sarana prasarana pendukung dalam beternak akan menciptakan keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Menurut Arinal, peternakan merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya di wilayah pedesaan. Sektor pertanian dan peternakan memiliki peran penting dalam menunjang ketahanan pangan dan ekonomi daerah, yang dapat menjadi sumber pendapatan, menciptakan lapangan kerja, pemanfaatan sumber daya lokal, diversifikasi ekonomi serta pemberdayaan sosial.

"Sehingga tepat rasanya bila Program Desa Baznas sektor peternakan diterapkan di wilayah pedesaan, dengan dukungan lingkungan, semangat gotong royong dan pakan hijauan yang memadai yang diharapkan dapat menunjang pertumbuhan kambing untuk berkembang dengan baik," katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Tulangbawang Qudratul Ikhwan mengatakan, ada tujuh keluarga yang mendapat bantuan hewan ternak dalam Program Desa Baznas di Kampung Menggala. Diharapkan, memberikan dorongan, dan bisa menyebar ke tempat lain.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, Program Desa Baznas bertujuan mengurangi angka kemiskinan melalui zakat produktif melalui sektor peternakan, dalam bentuk pemberian hewan ternak kambing dan sarana prasarana pendukung.

"Tujuan Program Desa Baznas sektor peternakan, salah satunya untuk meningkatkan ekonomi atau taraf hidup mustahik, mengembangkan keterampilan dan mengurangi kemiskinan, dan terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan dalam jangka panjang," terangnya.

Pada kegiatan Program Desa Baznas ini, penerima manfaatnya adalah sebanyak 35 kepala keluarga di Kampung Menggala, Kecamatan Manggala Timur, Kabupaten Tulangbawang yang terbagi di tiga dusun. Gunungpemalang, Margajaya dan Margasakti.

Kepada para mustahik akan diberikan bantuan berupa kandang koloni atau kandang kelompok sebanyak lima unit. Masing-masing kandang kelompok berisi 25 ekor kambing betina dan tiga ekor kambing jantan. Jadi, ternak kambing yang dibagikan pada kegiatan ini berjumlah 155 ekor.

Kemudian juga akan diberikan bantuan pakan konsentrat sebanyak 9,3 ton, obat dan vitamin sebanyak 5 paket dan juga akan dilakukan bimbingan teknis kepada para mustahik penerima manfaat dari kegiatan ini.

Lili Mawarti juga menjelaskan bahwa Program Desa Basnas di Kabupaten Tulangbawang merupakan program kedua. Pertama di Desa Madukoro Baru, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara pada 1 April 2024 yang lalu dan saat ini telah melahirkan 11 ekor kambing.

Usai melakukan penyerahan kambing secara simbolis kepada para mustahik, Arinal meninjau kandang koloni/kelompok dan bergialog dengan masyarakat setempat. (**)