A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Atap Bocor Parah, Tiga Ruang Kelas SDN 1 Jatibaru Tak Bisa Digunakan Lagi | Harian Momentum

Atap Bocor Parah, Tiga Ruang Kelas SDN 1 Jatibaru Tak Bisa Digunakan Lagi

208 Views
Tangkapan layar kondisi atap SDN 1 Jatibaru, Tanjungbintang. Istimewa.

MOMENTUM, Tanjungbintang -- Sejumlah ruang kelas SDN 1 Jatibaru, Tanjungbintang, Lampung Selatan, mengalami rusak parah pada bagian atap. Bahkan, ada tiga ruang kelas yang tidak bisa digunakan lagi.

Dalam video yang beredar di media sosial, para siswa harus menggeser meja dan kursi saat hujan deras. Karena air hujan masuk ruangan melalui atap yang bocor.

Salah satu wali murid SDN 1 Jatibaru, Tedi Purwoko mengatakan, prihatin dan terkadang khawatir, melihat anaknya belajar dengan kondisi ruang kelas yang tidak layak.

Menurut dia, sekolah tersebut belum pernah tersentuh perbaikan sejak 17 tahun sekolah itu dibangun. Padahal lokasinya tidak jauh dari pusat Kecamatan Tanjungbintang.

"Saya merasa sangat prihatin, dengan kondisi sekolah ini, tanggungjawab Dinas Pendidikan adalah memberikan fasilitas pendidikan yang layak kepada semua masyarakat, sesuai dengan UUD 1944," kata Tedi Purwoko, Senin (27-5-2024).

Sementara itu, salah satu dewan guru yang enggan disebut namanya menjelaskan, selama mengajar, sekolah tersebut memang belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah daerah.

"Selama ini hanya perbaikan kecil saja dari dana bantuan operasional sekolah (BOS), dengan kondisi gedung seperti itu, perbaikan harusnya menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah," jelas guru yang enggan disebut namanya itu.

Menurut dia, kondisi terparah ada tiga ruang kelas, kantor guru, dua toilet, dan ruang penyimpanan buku karena sekolah tersebut belum memiliki ruangan perpustakaan.

Saat ini, ada 8 ruang kelas yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para siswa yang berjumlah sekitar 430 murid, tidak dapat belajar dengan maksimal karena harus berbagi ruang kelas.

Dengan kondisi tersebut, para dewan guru dan wali murid di SDN 1 Jatibaru Tanjungbintang berharap, pemerintah bisa segera memberikan bantuan untuk perbaikan gedung sekolah secara total untuk segera direalisasikan. (***)