A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Lima Remaja di Pringsewu Diamankan Polisi | Harian Momentum

Lima Remaja di Pringsewu Diamankan Polisi

167 Views
Lima remaja diamankan polisi dan warga saat hendak melakukan perang sarung di wilayah Kecamatan Gadingrejo pada Senin dinihari.

MOMENTUM, Pringsewu--Sebanyak lima remaja diamankan polisi dan warga saat akan perang sarung di wilayah Kecamatan Gadingrejo pada Senin (18-3-2024).

Kapolsek Gadingrejo AKP Nurul Haq mewakili Kapolres Pringsewu AKBP benny Prasetya mengatakan, kelima remaja di bawah umur tersebut warga Pekon/Desa Wates Kecamatan Gadingrejo kabupaten setempat.

Kelima remaja yang masih berstatus pelajar SMK tersebut dimankan polisi dan warga saat akan melakukan perang sarung dengan kelompok remaja lainya di wilayah Pekon Wates, Gadingrejo, pada Senin dinihari sekira pukul 00.30 Wib.

“Selain kelima remaja, polisi juga turut mengamankan lima helai kain sarung yang sudah dimodifikasi untuk alat perang dan satu unit motor,"terang AKP Nurul Haq.

Kapolsek Gadingrejo menuturkan, kelima remaja yang diamankan tersebut telah menjalani proses pemeriksaan dan mendapatkan pembinaan khusus yang melibatkan orang tua dan pihak sekolah. 

“Hari ini para orang tua dan pihak sekolah juga sudah kita panggil dan kelima remaja tersebut kita serahkan untuk dilakukan pembinaan di internal mereka,” ungkapnya.

Kapolsek menegaskan pihak kepolisian akan terus melaksanakan patroli rutin dan hunting di tempat tempat yang rawan terjadi tawuran dan gangguan kamtibmas. "Di bulan Ramadhan ini patroli dilakukan malam hari hingga subuh,"tegasnya.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan salah satu  SMK meminta maaf kepada masyarakat dan kepolisian atas ulah anak didiknya yang meresahkan itu. "Di sekolah aturannya sangat ketat ini kejadian diluar jam sekolah," ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia setiap awal tahun orang tua siswa selalu dikumpulkan supaya bareng bareng memberi bimbingan. "Kalau mereka mengulangi lagi maka anak anak akan kami kembalikan kepada orang tuanya,"imbuh Wakasek.

Usai mendapat arahan dan bimbingan. nampak ke lima pelajar meminta maaf kepada orang tuanya masing masing. Sementara lima helai kain sarung diamankan di Mapolsek Gadingrejo sebagai barang bukti. (**)