A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Lagi, Musibah Warga Tenggelam di Sungai Terjadi di Pringsewu | Harian Momentum

Lagi, Musibah Warga Tenggelam di Sungai Terjadi di Pringsewu

173 Views
Bocah berusia delapan tahun tewas tenggelam di dasar bendungan Way Mincang, Dusun Margabatin, Pekon Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Foto. Sulistyo.

MOMENTUM, Pringsewu -- Lagi, musibah warga tenggelam terjadi di Kabupaten Pringsewu. Kali ini menimpa bocah berusia delapan tahun, tenggelam di bendungan Way Mincang, Dusun Margabatin, Pekon Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.

Korban bernama Aqil Al Hafiz. Pelajar kelas dua sekolah dasar ini, tenggelam usi terperosok saat melintas di atas bendungan usai mandi di sungai bersama teman-temanya pada Senin, 4 Maret 2024 sekitar pukul 17.00 Wib.

Aqil terperosok dari ketinggian sekitar tiga meter. Korban tercebur kedalam genangan air bendungan sedalam satu setengah meter dan tidak muncul lagi.

Kapolsek Pardasuka, Polres Pringsewu Iptu Jumbadio mengatakan, teman-teman korban yang mengetahui kejadian tersebut, langsung  memberitahukan kepada warga sekitar. Sejumlah warga lalu mendatangai lokasi kejadian dan berupaya menolong korban.

Korban ditemukan warga tersangkut di bawah aliran air bendungan dalam kondisi tidak bergerak. Kemudian dievakusi ke Klinik Agung Medika Pardasuka, namun nyawanya sudah tidak tertolong.

Kapolsek menyebut pihaknya sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Selain itu, polisi dan tenaga medis juga sudah melakukan proses identifikasi dan pemeriksaan jasad korban.

Jumbadio menuturkan, dari hasil pemeriksaan medis ditubuh korban ditemukan luka gores di bagian kaki dan dada. Luka tersebut  diduga akibat benturan saat jatuh terperosok kedalam bendungan.

"Di tubuh korban memang terdapat sejumlah luka gores ringan, namun penyebab utama kematiannya diduga karena kekurangan oksigen," jelasnya.

Kapolsek menambahkan, jenazah korban malam itu juga  diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Penyerahan ini segera dilakukan setelah keluarga korban menerima musibah tersebut dan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan proses otopsi terhadap jasad korban.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek mengaku prihatin dan menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap keluarga korban.

Dia mengimbau kepada warga masyarakat khususnya para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya terutama saat diluar jam sekolah. "Kami turut prihatin dan berduka, kami juga berharap kejadian ini jangan sampai terjadi lagi," himbaunya. 


Tim SAR mencari remaja yang tenggelam di Sungai Waybulog Pringsewu. Isl

Sehari sebelumnya, Axel, 16 tahun, warga Pekon Sidoharjo, Pringsewu juga menjadi korban tenggelam di Sungai Waybulog pada Ahad, 3 Maret 2024. Hingga kini, korban belum ditemukan.

Awalnya, Axel bersama empat temannya, bermain rakit yang dibuat dari batang pisang. Namun, rakit yang mereka menabrak tiang beton jembatan dan rakit rusak sampai buyar. Para remaja itu hanyut terbawa air yang cukup deras. 

Empat remaja berhasil menyelamatkan diri karena dapat berenang. Yaitu, Ari (16), Bayu (16), Surya (16) dan Revan (16). Sedang Axel hanyut dan kini masih dalam pencarian. (**)