A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Dugaan Suap Rp530 Juta, Komisioner KPU FT Bantah Terima Uang dari Caleg | Harian Momentum

Dugaan Suap Rp530 Juta, Komisioner KPU FT Bantah Terima Uang dari Caleg

204 Views
Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami. Foto: Ikhsan.

MOMENTUM, Bandarlampung--Oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandarlampung berinisial FT membantah menerima uang dari calon legislatif (caleg) atas nama Erwin Nasution.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Lampung Erwan Bustami, Jumat (1-3-2024). Menurutnya, hal itu hasil dari pemanggilan terhadap FT pada Kamis (29-2-2024) malam.

Erwan mengatakan, pemanggilan FT untuk meminta keterangan terkait dengan dugaan penerimaan uang Rp530 juta dari Erwin Nasution.

Baca Juga: Dugaan Politik Uang Libatkan Anggota KPU, Bawaslu Lampung Tidak Boleh Diam

"Semalem kita lakukan pemanggilan yang bersangkutan, dan memang kita ketahui laporan terhadapnya dicabut di Bawaslu Lampung," ujar Erwan.

Dalam pemanggilan FT, kata Erwan, yang bersangkutan mengatakan tidak menerima uang tersebut. "Kalau pengakuannya, dia gak menerima uang itu," beber Erwan.

Sebelumnya diberitakan, Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung Erwin Nasution melapor kepada Bawaslu Lampung karena merasa ditipu Penyelenggara Pemilu hingga Rp760 juta. 

LO dari caleg Erwin Nasution yakni Eryan Efendi menjelaskan, sejumlah oknum penyelenggara itu adalah Komisioner KPU Kota Bandarlampung berinisial FT yang menerima Rp530 juta. 

Kemudian oknum Ketua PPK Kedaton Rp130 juta, lalu Ketua Panwascam Kedaton Rp50 juta, Ketua Panwascam Wayhalim Rp50 juta. Sehingga total Rp760 juta. (**)