A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Akan Nikah, Seorang Guru di Mesuji Tewas Bersimbah Darah di Kamarnya | Harian Momentum

Akan Nikah, Seorang Guru di Mesuji Tewas Bersimbah Darah di Kamarnya

208 Views
Polisi melakukan olah kejadian perkara kasus guru wanita tewas bersimbah darah di kamarnya.

MOMENTUM, Mesuji -- Seorang guru wanita berusia 25 tahun yang bertugas di SD Negeri 8 Tanjungraya, Kabupaten Mesuji, tewas bersimbah darah di kamarnya, Kamis 29 Februari 2024. Dengan luka bekas senjata tajam di lehernya.

Guru berinisial RA, warga Muaratenang Timur, Kecamatan Tanjungraya, itu ditemukan meninggal dunia di kamar rumah dinas sekolah di Desa Bujungburing Baru, Kecamatan Tanjungraya, Mesuji.

RA merupakan aparatur sipil negara (ASN) dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K.

Salah satu rekan guru yang selama ini tinggal bersama korban, Siti Munawaroh (45), mengaku baru mengetahui korban meninggal saat dia membangunkan korban untuk salat asar.

Munawaroh mengatakan, ketika itu dia baru pulang dari pelatihan di Desa Brabasan. Kemudian salat asar dan membangunkan korban untuk mengingatkan waktu salat. "Kami sesama rekan kerja sering bercengkrama dengan korban," katanya.

Pada hari tersebut, Munawaroh sedang melaksanakan kegiatan Gampang Asik Menyenangkan (Gasing) di SDN 05 Tanjungraya, Desa Brabasan hingga pukul 13.00 WIB.

Usai melaksanakan kegiatan tersebut, dia ke perpustakaan guna mengurus EFIN miliknya hingga pukul 16.00 Wib. Selesai menyelesaikan tugas, Munawaroh dijemput tunangan korban dan diantar ke rumah dinas tempat tinggalnya bersama korban, namun hanya sampai gerbang sekolah.

Sesampainya di rumah dinas, dia mendapati pintu rumah terbuka. Munawaroh memanggil korban, namun korban tidak membalas salamnya. Dia lalu masuk kamar dan bersiap melaksanakan salat asar. Selesai salat, main hape dengan anaknya di kamarnya.

Sekitar pukul pukul 17.00 WIB, Munawaroh mau mandi. Namun sebelum masuk kamar mandi, dia memanggil korban dan mengingatkan untuk salat asar. Tapi tidak ada jawaban dari korban. "Akhirnya saya membuka pintu kamar korban yang tidak terkunci dan melihat korban sudah tidak bernyawa dengan bersimbah darah di atas kasur dengan leher nyaris putus," ucap Munawaroh.

Mendapati rekannya meninggal dunia, dia berteriak dan minta tolong kepada warga sekitar.Namun tidak ada warga yang datang. Akhirnya, dia keluar dan lari ke rumah salah satu warga terdekat dan menjelaskan kejadian serta kondisi korban. 

Sementara Ansori, paman korban mengatakan, RA merupakan putri pertama pasangan Susila dan Rohaida. Korban berstatus janda dan akan menikah lagi. Sudah ada pertemuan keluarga dengan calonnya. Orang tuanya tinggal di Desa Muaratenang, Kecamatan Tanjungraya.

RA mengajar di SD Muaratenang sejak tahun 2017. Pada tahun 2019 korban pindah tugas ke SD Negeri 08 Tanjungraya. 

Kapolres Mesuji AKBP Ade Hermanto menjelaskan masalah korban yang meninggal dunia di rumah dinasnya.

Polres Mesuji masih melaksanakan olah tepat kejadian perkara dan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi. "Motif pembunuhan belum diketahui. Korban saat ini telah dibawa ke RS Ragab Begawe Caram, Desa Brabasan Kabupaten Mesuji untuk dilakukan otopsi," katanya. (***)