A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tempat Pelatihan Kemandirian Griya Abhipraya Bapas Bandarlampung Diresmikan | Harian Momentum

Tempat Pelatihan Kemandirian Griya Abhipraya Bapas Bandarlampung Diresmikan

236 Views
Tempat pelatihan kemandirian warga binaan, Griya Abhipraya Bapas Bandarlampung. Foto : Ardiansyah.

MOMENTUM, Bandarlampung--Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandarlampung meresmikan tempat pelatihan kemandirian, Griya Abhipraya Berkilau, di Desa Wayhui, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis 29 Februari 2024.

Peresmikan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Lampung, Sorta Delima Lumban Tobing bersama Walikota Bandarlampung Eva Dwiana.

Selain peresmian Griya Abhipraya, pada saat bersamaan berlangsung pembukaan kegiatan bimbingan kemandirian pelatihan pangkas rambut dan salon warga binaan serta penandatanganan perjanjian kerja sama dengan stakeholder terkait.

Kepada wartawan, Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Bandarlampung Muhammad Nur mengatakan, Griya Abhipraya mulai dibentuk sejak Januari 2023.

"Ini merupakan wadah dan program layanan berupa bimbingan kepribadian, kemandirian, hukum dan kemasyarakatan. Selain itu, Griya Abhipraya juga menyediakan sarana penampungan sementara, asimilasi, rujukan pidana alternatif," kata Nur.

Dia menjelaskan, warga binaan yang telah dinyatakan bebas, bisa berlatih kemandirian di tempat tersebut, mengikuti sarana kegiatan produktif sebagai wadah pelaksanaan latihan kerja.

"Produk unggulan di tempat pelatihan ini meliputi pengelolaan kopi Lampung, pengelolaan tahu putih dan susu kedelai yang diolah langgung oleh klien Bapas," jelas dia.

Dia menyebutkan, ada beberapa kegiatan kemandirian yang diberikan kepada klien Bapas (terpidana bersyarat) di Griya Abhipraya.

"Berupa pelatihan perbengkelan, pelatihan sablon, pelatihan hidroponik, pengembangan ketrampilan macramé, pijat dan refleksiologi," sebutnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkum HAM Lampung, Sorta Delima Lumban Tobing mengatakan, pelatihan tersebut merupakan program dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas).

"Bapas Kelas II Bandarlampung wilayah kerjanya meliputi Lampung Selatan dan Pesawaran. Ini merupakan program Ditjenpas Kemenkumham RI yang harus dikembangkan demi kelangsungan hidup warga binaan yang nantinya terjun ke masayarakat supaya bisa diterima dengan baik punya keterampilan sendiri," kata Sorta.

Ketika warga binaan nanti bebas, kata dia, pasti bingung apa yang akan dikerjakan terlebih dahulu.

Oleh karena itu, dia menjelaskan, di Griya Abhipraya tersebut, Bapas Bandarlampung bisa memberikan pelatihan kemandirian.

"Kita kuatkan di bidang UMKM akan ada kerja sama dengan UMKM. Produk yang nantinya telah diproduksi akan diberikan merek dan bisa dipromosikan secara luas seperti di kegiatan-kegiatan pemda," ungkapnya.

Hal itu lah yang diharapkannya, supaya percaya diri warga binaan ketika sudah bebas nanti bisa pulih kembali.

"Jadi para napi nanti ada gambaran untuk mereka setelah bebas punya bekal bisa membantu kehidupannya dengan keterampilan yang dimiliki supaya tidak mengulangi tindak pidana. Mayarakat juga bisa menyambut mereka dengan baik, karena melihat warga binaan juga memiliki karya sendiri," pungkasnya.  (***)