A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Rumah di Rajabasa Bandarlampung Terendam Lagi, Warga: Kami Butuh Solusi! Bukan Video | Harian Momentum

Rumah di Rajabasa Bandarlampung Terendam Lagi, Warga: Kami Butuh Solusi! Bukan Video

191 Views
Seorang warga menyaksikan lingkungan rumahnya yang terendam banjir di Rajabasa Kota Bandarlampung./Ikhsan

MOMENTUM, Bandarlampung--Genap dua malam rumah warga Lingkungan 1 RT 03 Kelurahan Rajabasa terendam banjir akibat hujan lebat Sabtu (24-2-2024) sore hingga malam dan diterjang hujan susulan pada Minggu (25-2) petang.

Akibatnya, puluhan rumah yang berada di sekitaran bantaran sungai kecil itu diselimuti air hingga setinggi pinggang orang dewasa.

"Kemarin Sabtu malam itu mencapai dua meter mas, tadi pagi surut kita sudah sempet beberes belum selesai sorenya (Minggu) sekitar pukul 17.00 hujan turun dan air naik lagi sampai satu meter lebih," kata Muslim Ahmad, salah seorang warga terdampak banjir, Minggu malam.

Dia mengatakan, banjir yang terjadi saat ini merupakan bencana paling parah.

"Sebelumnya mungkin hanya sampai lutut, itu pun terjadi sekitar tahun 2017," ujarnya.

Ia menuturkan dengan kejadian yang saat ini menimpa, pemerintah segera memberikan solusi untuk penanggulangan secara masif.

"Sebagai warga, tentu saya berharap pemerintah segera melakukan tindakan. Tidak hanya datang memvideo kan saja. Banjir ini sangat parah, yang kami butuhkan itu bantuan," tuturnya.

"Bantuan pakaian, sembako, makanan, minuman itu sangat kami butuhkan. Bahkan baju ini yang kering ya yang menempel di badan semua sudah terendam. Kami ga bisa berbuat apa-apa," imbuhnya.

Dia menyebut, saat ini yang juga warga butuhkan adalah pemecahan masalah agar tidak terus terjadi banjir di lingkungan tersebut.

"Kami senang jika kami ditengok dilihat keadaannya, tapi yang paling penting itu gimana aliran sungai ini lancar dari hulu ke hilir. Dulu pernah katanya mau diperdalam sungainya, nah kami minta secepatnya dilakukan," harapnya.

"Dari dinas balai (BPBD), PU, itu hampir tiap tahun datang katanya mau ada normalisasi sungai. Nah itu harapannya tidak hanya janji. Mohon diperhatikan, ini menyangkut nasib orang banyak," tambah dia.

Warga yang lain, Wildan mengatakan sudah ada beberapa bantuan berupa makanan.

"Ya bantuan sudah ada rata-rata dari warga lain datang bawa makanan. Dari pemerintah kota juga sudah ada, tapi yang paling kita butuhkan itu bagaimana banjir ini bisa diantisipasi," kata dia. 

Hingga berita ini ditulis, air masih merendam rumah warga dan komplek rumah kost di lingkungan tersebut, beruntungnya hujan telah berangsur reda. (**)