A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Ketinggian Air di Wayhalim Permai Capai Tiga Meter, BPBD Evakuasi Warga | Harian Momentum

Ketinggian Air di Wayhalim Permai Capai Tiga Meter, BPBD Evakuasi Warga

436 Views
Proses evakuasi warga

MOMENTUM, Bandarlampung--Puluhan rumah di Kecamatan Wayhalim Bandarlampung terendam banjir pada Sabtu (24-2-2024).

Bahkan ketinggian air mencapai tiga meter. Seperti yang terjadi di Kelurahan Wayhalim Permai. Tepatnya di Gang Cuek dan di seputaran SDN I Jagabaya III.

"Paling parah di SDN I dan pemukiman warga di Gang Cuek. Ketinggian airnya sampai 3 meter," kata Camat Wayhalim Bahril kepada harianmomentum.com.

Berdasarkan informasi dari linmas dan lurah se Kecamatan Wayhalim, kata dia, tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir.

Sementara, proses evakuasi berlangsung dibantu oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kota Bandarlampung.

"Alhamdulillah korban jiwa engga ada, di Gang Cuek sekitar 12 rumah yang terendam banjir sampai 3 meter. Warga yang terjebak juga sudah berhasil dievakuasi," jelas dia.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung  Wakhidi mengatakan, pihaknya telah melakukan evakuasi di beberapa titik.

"Di Gang PU sudah kita evakuasi ada tiga warga. Alhamdulillah selamat semua, saat ini di Wayhalim masih proses evakuasi," kata dia.

Wakhidi melanjutkan, berdasarkan informasi yang didapat oleh BPBD Bandarlampung setidaknya ada belasan jalan yang terendam bajir. Kemudian ada dua rumah warga yang tertimpa oleh pohon yang tumbang akibat angin kencang. (**)