A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Hujan Deras Sore Ini di Bandarlampung Picu Banjir, Ada yang Setinggi Pinggang Orang Dewasa | Harian Momentum

Hujan Deras Sore Ini di Bandarlampung Picu Banjir, Ada yang Setinggi Pinggang Orang Dewasa

1323 Views
Jembatan yang berada di Gang Putra 1, Kelurahan Langkapura diterjang banjir. Foto : Ansori

MOMENTUM, Bandarlampung-- Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Bandarlampung, Sabtu sore, 24 Februari 2024. Banjir itu tersebar di Kecamatan Rajabasa, Kemiling dan Langkapura. 

Di Kecamatan Langkapura, Kelurahan Langkapura, jembatan di Gang Putra 1 terlihat terbenam air banjir. Bahkan gang di tepi kali tersebut mengalami longsor akibat debit air yang deras. 

"Jembatan di Gang Putra 1 engga bisa dilalui motor, banjirnya besar, gang lain juga mengalami longsor karna banjir besar, " kata Ansori, warga Kelurahan Langkapura kepada harianmomentum.com.

Dia menjelaskan, banjir yang terjadi hari ini paling parah. 

"Ini banjir yang paling parah, kemarin engga sampai segini tingginya," jelas dia. 

Sementara itu, di Jalan H Komarudin, Kelurahan Rajabasaraya juga terbenam banjir setinggi pinggang orang dewasa. 

Warga Rajabasa Raya, Siti Saskia Salamah mengatakan, banjir di rumahnya terjadi sejak pukul 17.30 WIB. 

"Hujan deras dari tadi sore. Sekarang banjirnya tingginya sampai pinggang," kata dia. 

Dia mengatakan, paling parah banjir terjadi di perempatan jembatan Batarnila, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatam. 

"Disana yang paling parah, arusnya deras apalgi jalannya dekat sama sungai," ucap dia.(**)