A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

DPRD Lambar Ajak Seluruh Instansi Tuntaskan Konflik Harimau dan Manusia | Harian Momentum

DPRD Lambar Ajak Seluruh Instansi Tuntaskan Konflik Harimau dan Manusia

200 Views
Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial

MOMENTUM, Lampung Barat--Dalam sebulan terakhir, konflik binatang buas Harimau Sumatera dan manusia telah menelan dua korban di Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Hal itu pun menjadi perhatian serius semua pemangku kebijakan diwilayah setempat.

Termasuk, Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial yang meminta seluruh intansi untuk bersama-sama menangani permasalahan tersebut.

"Konflik antara harimau dan manusia yang sudah menyebabkan tewasnya dua warga Lampung Barat di Pekon Sumber Agung Kecamatan Suoh dan Pekon Bumi Hantatai Kecamatan Bandar Negeri Suoh harus segera ditangani," katanya, Kamis (23-2-2024) malam.

Pihaknya tidak menampik dua lokasi terjadinya konfik manusia dengan binatang buas itu berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang memang manjadi habitat Harimau Sumatera. Meski demikian, pihaknya menginginkan ada langkah-langkah kongkrit semua pemangku kebijakan dalam mengurai permasalahan itu sehingga tidak kembali tarjadi konflik antara manusia dan binatang buas.

"Permasalahan konflik dengan penguasa hutan ini agar dapat segera diselesaikan demi terciptanya rasa aman terhadap masyarakat," ungkapnya.

"Saya menghimbau kepada pemerintah daerah agar terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti BKSDA dan BBTNBBS dan Forkopimda untuk mencarikan solusi atas permasalahan ini jangan sampai timbul korban baru dimasyarakat," sambungnya.

Dengan kondisi yang belum teratasi hingga kinni, pihaknya menghimbau masyarakat untuk sementara membatasi aktifitas dikebun terutama dijam-jam rawan seperti sore dan malam hari. Meskipun harus beraktifitas diharapkan tidak sendirian melainkan ada teman yang bisa saling mengawasi dan menjaga satu sama lain.