A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Warga Diterkam Harimau, Dandim: BKSDA dan TNBBS Segera Turun ke Lokasi | Harian Momentum

Warga Diterkam Harimau, Dandim: BKSDA dan TNBBS Segera Turun ke Lokasi

420 Views
Harimau sumatera. Ilustrasi. Foto. Ist.

MOMENTU, Liwa -- Komando Distrik Militer (Kodim) 0422 Lampung Barat (Lambar) meminta pihak terkait segara melakukan langkah serius terhadap persoalan harimau memangsa warga di Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS). Belum genap satu bulan, telah memakan dua korban jiwa.

Komandan Kodim 0422 Lambar, Letkol Inf Rinto Wijaya, Kamis (22-2-2024) mengatakan, sampai saat ini belum ada tindakan nyata sebagai upaya penanganan terhadap hewan buas yang telah menerkam warga di Kecamatan BNS.

Untuk itu, dia meminta pihak terkait, antaranya TNBBS dan BKSDA untuk turun ke lokasi sesegera mungkin guna melakukan langkah-langkah sebagai upaya penanganan harimau sumatera itu. Guna mencegah kasus serupa tidak terulang.

"Bahwa sampai saat ini belum ada langkah-langkah nyata dari pihak TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dalam mengatasi teror harimau di Bandarnegeri Suoh karena ini kejadian yang ke dua kalinya," katanya.

Baca Juga: Lagi, Seorang Warga Tewas Diterkam Harimau di Lampung Barat

Dikatakan Rinto Wijaya, kondisi saat ini sangat menghawatirkan. Terlebih, masyarakat BNS sebagian besar berprofesi sebagai petani yang kesehariannya melakukan aktifitas di kebun. Teror harimau sangat mengganggu aktifitas petani.

Dia menyebutkan, pada 8 Februari 2024, Gunarso Bin Sai'un menjadi korban diterkam harimau saat di kebunnya. "Sampai kapan warga dihantui rasa takut ke kebun," ucapnya.

Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat ke kebun. Diharapkan, bila melakukan aktifitas di kebun tidak sendiri melainkan ada teman yang menemani dan saling menjaga. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktifitas atau berpergian ke kebun saat malam hari.

"Atas kejadian tersebut, TNI-Polri mengimbau masyarakat khususnya Kecamatan Bandarnegri Suoh untuk berhati-hati apabila ingin pergi ke kebun," katanya. (**)