A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tanah Longsor, Warga Harus Ditandu untuk Dapat Perawatan Medis di Lampung Barat | Harian Momentum

Tanah Longsor, Warga Harus Ditandu untuk Dapat Perawatan Medis di Lampung Barat

217 Views
Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Barat (Lambar), Cahyani Susilawati. Foto. Sulemy.

MOMENTUM, Liwa -- Intensitas hujan yang masih tinggi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), kerap menimbulkan bencana alam tanah longsor.

Bahkan, tanah longsor di jalur Liwa menuju Pesisir Barat, tepatnya di Pekon/Desa Kubu Perahu, Kecamatan Balikbukit, Lambar yang terjadi beberapa waktu lalu, yang hingga kini masih belum dapat ditangani dengan maksimal.

Akibatnya, jalur transporasi dari kedua arah tersebut terhambat. Bahkan, warga yang hendak mendapatkan perawatan medis harus ditandu untuk dapat melintasi jalan yang tertimbun tanah longsor.

Terhitung sudah dua kali kejadian, warga dari Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) yang hendak mendapatkan perawatan medis persalinan di salah satu fasilitas kesehatan di Lambar, terpaksa ditandu.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Barat (Lambar), Cahyani Susilawati saat ditemui di ruang karejanya, Rabu 21 Februari 2024, tidak menampik kondisi tersebut.

Tanah longsor membuat Masyarakat Pesisir Barat harus berjibaku melewati tumpukan tanah longsor dengan cara ditandu untuk mendapatkan perawatan medis di Lambar.

"Kondisi yang terjadi saat ini di Lintas Liwa-Krui memang menjadi kendala bagi masyarakat Pesisir Barat yang hendak mendapatkan perawatan medis di Lambar," katanya.

Namun, lanjut Susi, bahwa pihaknya akan selalu siap untuk menggunakan fasilitas yang ada untuk membatu masyarakat bila memang diperlukan. Khususnya masyarakat yang memerlukan fasilitas kesehatan di Lambar namaun melalui jalur tersebut.

Pihaknya mencontohkan, bila yang membutuhkan fasilitas itu merupakan pasien rujukan yang hendak ke RSUD Alimudin Umar maka RSUD akan melakukan penjemputan dilokasi longsor tersebut.

"Rujukan sudah jelas dimana rumah sakit tujuan, bila tujuannya rumah sakit umum akan kita berikan layanan penjemputan dilokasi terputus itu menggunakan fasilitas kita," katanya.

Sementara, lanjut Susi, untuk masyarakat umum dan bukan pasien rujukan juga bisa mendapatkan pelayanan tersebut. Caranya, dengan menghubungi call senter yang memang telah disediakan oleh Pemkab Lambar.

"Untuk masyarakat yang memerlukan perawatan medis di Lambar namun terhambat oleh akses jalan yang terputus juga bisa mendapatkan pelayanan penjemputan dilokasi jalan yang putus itu dengan cara menghubungi call senter kita. Kapan pun akan kita berikan fasiltas bila dalam keadaan darurat," terangnya.

Susi pun berharap, jalan tersebut segera mendapatkan penanganan optimal sehingga dapat digunakan oleh masyarakat seperti biasa.

"Memang saat ini kondisi cuaca tidak dapat diprediksi, yang pasti semua warga yang memerlukan layanan kesehatan akan diberikan fasilitas. Dan mudah-mudahan jalan cepat ditangani dan akses lancar kembali," katanya. (**)