A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jalan Tak Tesentuh Pembangunan, Ibu-ibu Purwotani Turun Tangan | Harian Momentum

Jalan Tak Tesentuh Pembangunan, Ibu-ibu Purwotani Turun Tangan

493 Views
Merasa Tak Diperhatikan, Warga Dusun V Purwotani Gelar Kerja Bakti Jalan Rusak

MOMENTUM, Jatiagung-- Sejumlah ibu-ibu bergotong-royong menimbun lubang jalan di desanya. Mereka mengangkut tanah dengan karung bekas bungkus semen dan ember. 

Jalan rusak yang ditimbun ibu-ibu itu, merupakan jalan yang menghubungkan dusun satu dan lima di Desa Purwotani, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan.

Jalan sepanjang sekitar satu kilometer dengan lebar tiga meter itu, sebenarnya sudah pernah dibatu onderlagh. Namun, sekitar lima ratus meter, terutama jalan yang kiri dan kanannya sawah atau rawa, batu-batu pengeras jalannya sudah nyaris tak terlihat lagi, tertimbun tanah.

Dengan infrastruktur seperti itu, bisa dibayangkan bagaimana kondisi jalan setelah hujan. Jalan menjadi becek berlumpur, penuh dengan kubangan air, dan licin untuk dilewati.

Padahal, menurut Rusmini, warga setempat, jalan tersebut merupakan jalur utama mobilitas warga. Tentu, termasuk jalan bagi anak-anak ke sekolah.

Melihat kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung diperhatikan pemerintah, kata dia, warga berinisiaf menimbun menggunakan tanah. 

"Kami kerja bakti memperbaiki jalan yang rusak. Kami kasian dengan anak-anak sekolah yang setiap hari lewat sini," kata Rusmini, Minggu (18-2-2024).

Menurut dia, kerusakan itu sudah berlangsung lama dan belum pernah tersentuh pembangunan pemerintah. "Sudah lama ini tidak diperbaiki. Malah sekarang kita (warga) gak punya kepala dusun, kepala dusun kami diberhentikan oleh kepala desa," tuturnya.

Dia mengungkapkan, kerja bakti tersebut inisiatif jamaah yasinan ibu-ibu bersama perguruan silat TTKDH di dusunnya.

Sementara, ketua perguruan silat TTKDH Maryono mengatakan, kerja bakti itu bertujuan agar pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah, bisa lebih nyaman melintasinya.

"Selain itu kami juga membantu pemerintah dusun, karena pemerintah dusun kita sudah ga aktif lantaran diberhentikan oleh kepala desa," kata dia.

Dia berharap, pemerintah dapat memperbaiki akses jalan di dusunnya.  Sehingga mobilitas warga bisa lebih lancar. (ikh)