A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jelang Pemilu 2024, LSI: Elektabilitas Gerindra Geser PDIP | Harian Momentum

Jelang Pemilu 2024, LSI: Elektabilitas Gerindra Geser PDIP

246 Views
Direktur Sigi LSI Denny JA, Ardian Sopa (kanan).

MOMENTUM, Jakarta--Elektabilitas Partai Gerindra telah menggeser PDI Perjuangan menjelang hari pemilihan suara atau pencoblosan Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari 2024.

Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA seperti dilansir dalam keterangannya, Sabtu, 10 Februari 2024, elektabilitas Partai Gerindra mengalami peningkatan pada Februari 2024 sebesar 22 persen dan PDI Perjuangan berada pada posisi kedua dengan 18.2 persen.

Direktur Sigi LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, survei yang dilakukan melihat ada empat klasifikasi partai. Pertama, kata dia, partai yang disebut sebagai partai premium karena memang secara elektabilitas di atas 10 persen.

“Itu ada Gerindra yang paling atas di angka 19.8-25.6 persen persen, kemudian PDI Perjuangan sebesar 16.0 persen-21.8 persen, dan Partai Golkar sebesar 8.7 persen-14.5 persen,” kata Ardian.

Kemudian, kata dia, partai yang dukungan saat ini diatas 4 persen tetap diungguli Partai Gerindra sebesar 22.7 persen. Selanjutnya, PDI Perjuangan sebesar 18.9 persen; Partai Golkar sebesar 11.6 persen; PKB sebesar 7.9 persen; PKS sebesar 7.6 persen; Partai NasDem sebesar 7.0 persen; Partai Demokrat sebesar 5.6 persen; PAN sebesar 4.1 persen; dan PPP sebesar 4.0 persen.

“Sembilan partai dengan perolehan suara di atas 4 persen, tapi Demokrat, PAN dan PPP belum aman karena jika dikurangi MoE dukungannya di bawah 4 persen,” jelas dia.

Menurut dia, untuk PPP terlihat adanya perpecahan dukungan antara para kadernya dengan partainya sendiri. Memang, kata dia, menarik juga ketika membedah PPP ini karena dari sisi dukungan partai itu kepada pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Tetapi dari sisi pemilih-pemilihnya itu, ternyata lebih banyak ke Prabowo Gibran, dan Anies Muhaimin.” ujarnya.

Selanjutnya, Ardian mengatakan partai yang potensial lolos parliamentary treshold atau ambang batas parlemen itu ada PSI sebesar 5.1 persen dan Partai Perindo sebesar 4.9 persen. “Dua partai dengan dukungan saat ini dibawah 4 persen, tapi jika ditambah MoE maka melampaui 4 persen,” ungkapnya.

Sedangkan, lanjut dia, masih ada tujuh partai lagi yang masih dibawah 4 persen walau ditambah MoE diantaranya Partai Gelora, Partai Hanura, Partai Ummat, Partai Garuda, PBB, Partai Buruh dan PKN.

Diketahui, LSI Denny JA melakukan survei dengan teknik pengumpulan data wawancara tatap muka kepada 1.200 responden, menggunakan metodologi sampling multi-stage random sampling dan margin of error +/- 2.9 persen pada 26 Januari-6 Februari 2024.(**)