A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Way Lestari: Gerindra Geser PDIP, Demokrat dan PPP Terancan Terdegradasi | Harian Momentum

Way Lestari: Gerindra Geser PDIP, Demokrat dan PPP Terancan Terdegradasi

188 Views
Direktur Eksekutif Way Lestari Indonesia, Iqbal Pandji Putra. Foto. Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Way Lestari Indonesia pada Jumat 9 Februari 2024 merilis hasil survei elektabilitas partai politik peserta pemilu 2024 menjelang akhir masa kampanye. 

Hasilnya, Partai Gerindra menempati posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 21.41 persen. Atau menggeser PDI Perjuangan yang menempati posisi kedua dengan elektabilitas 16,78 persen.

Direktur Eksekutif Way Lestari Indonesia Iqbal Pandji Putra dalam siaran pers di Jakarta, menyebutkan, elektablitas partai tersebut merupakan hasil survei secara nasional pada awal Februari 2024.

"Kami lakukan di periode awal Februari 2024. Keunggulan Partai Gerindra merupakan dampak dari elektabilitas pasangan Prabowo– Gibran," kata Iqbal.

Pasangan Prabowo-Gibran merupakan gabungan dua kekuatan yakni masa pendukung Prabowo dan Joko Widodo pada Pemilu 2019.

Sementara, menurut Iqbal, turunnya elektabilitas PDIP, disebabkan adanya pergeseran dukungan pasangan Ganjar-Mahfud ke pasangan Prabowo-Gibran di banyak basis pemilih PDIP khususnya di wilayah Jawa Timur dan Bali. 

Selain itu, hasil survei ini menunjukkan bahwa efek ekor jas (coat-tail effect) pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) lebih banyak dinikmati PKB (7.54 persen) dibandingkan Nasdem (6.08 persen).

"Sementara elektabitalitas partai Demokrat (3.89 persen) semakin menurun di masa injury time dan disusul dengan PPP (3,02 persen). Kedua partai ini terancam terdegradasi dari Senayan," paparnya.

Sementara PSI dengan elektabilitas 3,02 persen, mendapatkan dukungan setelah partai ini dipimpin Kaesang, diduga karena memanfaatkan pengaruh Presiden Jokowi. 

"Partai ini gencar mengidentifikasi diri sebagai partainya Jokowi. Untuk partai baru nampak PKN (Partai Kebangkitan Nusantara) (3.01 persen) pimpinan Anas Urbaningrum yang paling banyak diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan partaipartai baru lain," jelas Iqbal.

Diketahui, Survei Way Lestari Indonesia ini dilakukan di 34 provinsi dengan jumlah responden sebanyak 1200. Margin of error dari survei ini di angka ±2.85 persen, menggunakan metode multistage random sampling.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 1 - 7 Februari 2024.

Berikut hasil survei elektabilitas partai politik 2024:

1. Partai Gerindra 22.41persen, 

2. PDIP 16.78 persen

3. Partai Golkar 8,67 persen 

4. PKB 7.54 persen

5. PKS 6.19 persen 

6. Partai Nasdem 6.08 persen

7. PAN 4.04 persen

8. Partai Demokrat 3.89 persen

9. PSI 3.56 persen 

10.PPP 3.02 persen

11.PKN 3.01 persen

12.Partai Perindo 2.91 persen

13.PBB 1.88 persen

14.Partai Buruh 1.21 persen

15.Partai Ummat 1.07 persen

16.Partai Hanura 1,03 persen

17.Partai Gelora 1.01 persen 

18.Partai Garuda 0,76 persen

19.Undecided Voters 5.94 persen. (**)