A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

5.042 Jemaah Belum Lunasi Bipih | Harian Momentum

5.042 Jemaah Belum Lunasi Bipih

196 Views
Ilustrasi

MOMENTUM, Bandarlampung--Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bakal ditutup pada 12 Februari mendatang atau pekan depan.

Hingga tanggal 5 Februari 2024, jemaah calon haji (JCH) yang sudah melunasi Bipih baru 4.042 orang. Terdiri dari 3.622 jemaah reguler dan 420 cadangan.

Sedangkan kuota JCH Lampung tahun 2024 mencapai 6.969 orang dan 2.115 cadangan. Sehingga total yang wajib melunasi Bipih mencapai 9.084 orang.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kanwil Kemenag Lampung Anshori F Citra mengimbau, agar JCH segera melunasi Bipih sebesar Rp58,4 juta.

"Sampai dengan kemarin (Senin) sore, yang sudah melunasi ada 4.042 orang. 3.622 reguler dan 420 cadangan," kata Anshori, Selasa (6-2-2024).

Sementara sisanya, sekitar 5.042 jemaah belum melunasi Bipih. Meski demikian, dia mengatakan, untuk jemaah yang sudah mengikuti istithaah atau cek kesehatan mencapai 5.723 orang.

Dia berharap, semua jemaah bisa melunasi Bipih hingga 12 Februari mendatang. 

"Syukur-syukur sampai 12 Februari nanti kuota nya terpenuhi. Kalau belum juga maka kita berharap ada tambahan waktu pelunasan Bipih tahap I ini," jelasnya. 

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lampung Lusi Damayanti menjelaskan, ada beberapa jemaah yang belum memenuhi syarat istithaah.

Sehingga, mereka diminta untuk melakukan recovery (pemulihan) terlebih dahulu.

"Mereka dapat melakukan recovery dan pengobatan kesehatan. Agar kondisi kesehatannya dapat stabil atau sembuh dari penyakit yang diderita," kata Lusi.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang dilakukan pemeriksaan terhadap JCH.

Mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan kognitif, pemeriksaan mental atau kejiwaan, pemeriksaan activity daily living (ADL).

Kemudian pemeriksaan penunjang wajib mulai dari darah lengkap, urine lengkap, kimia darah, golongan darah, tes hamil, EKG dan thoraks PA. Lalu, pemeriksaan penunjang tambahan sesuai indikasi ekokardiografi, CT Scan, USG, spirometri, tes Elisa. (**)