A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Di Lampura, Setiap Posyandu Dapat Dana Operasional Rp9,6 Juta | Harian Momentum

Di Lampura, Setiap Posyandu Dapat Dana Operasional Rp9,6 Juta

1143 Views
Sosialisasi Tupoksi bagi kader-kader Posyandu di Kabupaten Lampung Utara. Foto: dok. H-momen

Harianmomentum--Kesehatan anak menjadi prioritas demi mewujudkan peningkatan kemajuan serta pembangunan di suatu wilayah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara menganggarkan dana operasional kegiatan sebesar Rp9,6 juta per tahun untuk setiap Posyandu.

 

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo saat membuka Sosialisasi Tupoksi bagi kader-kader Posyandu di Gedung Serba Guna (GSG) Dinas Pertanian setempat, Selasa (4/4).

 

Menurut dia, keberadaan kader-kader Posyandu sangatlah strategis guna mendukung pelaksanaan pembangunan pemerintah di bidang kesehatan. 

 

"Kader posyandu adalah pejuang kesehatan di masyarakat. Mereka mengupayakan bagaimana masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Karena itulah sepatutnya mereka kita berdayakan dan diperhatikan," ujar Widodo.

 

Pembangunan, kata dia, baik fisik maupun non fisik bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari perbaikan infrastruktur, program pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis. 

 

"Indikator peningkatan kesejahteraan terlihat dari pendidikan yang merata, kecukupan gizi masyarakat serta menurunnya angka kematian ibu dan anak," terangnya.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Wahab mengatakan?, posyandu merupakan lembaga yang dibentuk masih untuk melayani kesehatan dasar masyarakat, sehingga perlu terus diberdayakan dan dibina salah satunya melalui pembekalan tugas pokok dan fungsi keberadaan di masyarakat. 

 

"Ada 247 kader posyandu dari seluruh desa dan kelurahan yang ada. Tugas mereka  menekan angka kematian ibu dan anak serta meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Hal tersebut pun sudah diatur dalam APBDes," ujarnya. 

 

Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Mestisa membenarkan bahwa angka kematian ibu dan anak dua tahun terakhir mengalami penurunan. 

 

Ia menyebutkan, pihaknya terus membackup pelaksanaan kegiatan Posyandu melalui Puskesmas-Puskesmas yang ada. "Ya kita selama ini intens melakukan pembinaan melalui puskesmas yang ada. Untuk angka kematian ibu dan anak mengalami penurunan dari tahun-tahun kemarin. Tetapi untuk angka persentase pastinya saya lupa," terang dia.(Red)