A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jelang Nataru, Harga Bahan Poko di Pesawaran Merambat Naik | Harian Momentum

Jelang Nataru, Harga Bahan Poko di Pesawaran Merambat Naik

294 Views
Monitoring harga dan stok bahan kebutuhan pokok, pada sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pesawaran

MOMENTUM, Gedongtataan--Menjelang Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Pesawaran, mulai merambat naik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pesawaran Hendra Sulistianto membenarkan adanya kenaikan harga tersebut, terutama pada komoditi: beras, minyak goreng dan bawang putih. Dia menyebut, kenaikan harga itu dipuci meningkatnya permintaan masyarakat. 

"Jelang natal dan tahun baru, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok meningkat. Faktor ini yang menjadi salah satu pemicu kenaikan harga," kata Hendra, Rabu (20-12-2023). 

Meski demikian, tingkat kenaikan harga tersebut, masih terbilang wajar.

Untuk mengatisipasi kelangkaan stok dan keniakan harga yang terlalu tinggi, DKP Pesawaran terus melakukan monitoring di sejumlah pasar tradisional.

Berdasarkan hasil monitoring, beberapa bahan  kebutuhan pokok, yang mengalami kenaikan harga antara lain: beras premium naik Rp500, dari harga semula Rp13.400 menjadi Rp13.900/Kg. Bawang putih sebelumnya Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu/Kg dan  minyak goreng kemasan yang sebelumnya Rp14 ribu menjadi Rp15 ribu. 

"Kita terus lakukan monitoring untuk mengatisipasi agar jangan sampai terjadi kelangkaan stok dan kenaikan harga yang terlalu tinggi," terangnya. (**)