A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pesawaran Tingkatkan SDM Kuliner Wisata Desa | Harian Momentum

Pesawaran Tingkatkan SDM Kuliner Wisata Desa

1220 Views
Pelatihan inovasi dan higienitas sajian kuliner di hotel D'green, Bandarlampung.

MOMENTUM, Gedongtataan--Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran terus mendorong peningkatan sumber daya manusia pelaku UMKM di bidang kuliner, khususnya di sekitar lokasi obyek wisata desa.

Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran, Anggun Saputra mengatakan sajian kuliner dan oleh-oleh khas  di lokasi wisata menjadi faktor pendukung  untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

"Kami mendukung tersedianya oleh-oleh khas yang higienis, sehat serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi wisata," katanya dalam pelatihan peningkatan inovasi dan higienitas sajian kuliner di Bandarlampung, Kamis (14-12-2023).

Menurut Anggun, inovasi dan higienitas sajian kuliner di lokasi obyek wisata harus diperhatikan oleh para pelaku usaha di bidang tersebut, dengan begitu maka akan menambah daya tarik obyek wisata.

"Sajian kuliner yang berkualitas di lokasi wisata, khususnya di obyek wisata pedesaan tentu akan menarik bagi wisatawan yang berkunjung," katanya.

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dispar Pesawaran, Yudiana menyebut pihaknya juga berkomitmen membantu kemudahaan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Selain mendorong peningkatan kualitas, kami juga berkomitmen memberikan edukasi terkait izin BPOM serta sertifikasi halal bagi produk kuliner asli Pesawaran," terangnya.

Pelatihan melibatkan empat puluh pelaku usaha kuliner yang bergerak di obyek wisata desa dengan menghadirkan narasumber dari dinas kesehatan serta tokoh penggerak UMKM.

"Pemberdayaan pelaku UMKM di bidang kuliner ini juga masih menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau comunity based tourism," tuturnya. (*)