A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Mewah Belum Tentu Profesional | Harian Momentum

Mewah Belum Tentu Profesional

1619 Views
Agung DW, Wartawan Harian Momentum

MOMENTUM--Hotel Grand Mercure sudah resmi beroperasi. Hotel bintang lima dan pusat perbelanjaan itu disebut bangunan tertinggi se Sumatera.

Pascadibuka pertengahan November lalu, sudah beberapa kali kegiatan dilaksanakan hotel tersebut. Termasuk acara pemerintah daerah dan instansi lainnya.

Sayang, manajemen Hotel Grand Mercure tampaknya belum siap dan terkesan kaku terhadap tamu. Terutama terhadap wartawan.

Beberapa kali wartawan hendak meliput kegiatan pemerintah di hotel tersebut, justru tertahan di lobi. Tidak diperbolehkan masuk ke lokasi acara.

Bahkan, pegawai Pemprov Lampung yang bertugas sebagai tim peliputan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Fahrizal Darminto pun tak diperkenankan masuk.

Alasannya, tamu yang diperbolehkan masuk hanya yang memiliki undangan. Padahal, kegiatan tersebut bukan acara pribadi. Tapi acara pemerintah yang menggunakan anggaran negara dan sifatnya terbuka untuk umum.

Teranyar, kegiatan peringatan Hari Jalan 2023 yang diselenggarakan BPJN Lampung beberapa hari lalu. Saat itu, beberapa wartawan mencoba meliput acara tersebut. Termasuk saya.

Sebelum naik ke lantai atas, kami pun ditahan oleh petugas keamanan. Dia menunjukkan catatan wartawan yang diperbolehkan untuk masuk. Hanya untuk enam orang.

Awalnya, saya pikir BPJN membatasi wartawan. Setelah saya konfirmasi ke pegawai BPJN, dia menyampaikan acara tersebut terbuka untuk umum.

Hanya saja memang manajemen hotelnya bersikap aneh. Lain cerita kalau acara itu resepsi pernikahan. Ya wajar kalau hanya tamu diundang yang boleh masuk.

Lah ini kegiatan pemerintah, terbuka untuk umum. Tapi kenapa dilarang? Justru aturan itu malah bisa merusak citra si pemilik acara. Seperti acara BPJN kemarin.

Awalnya saya pikir memang BPJN yang salah. Ternyata, hotelnya saja yang aneh. Padahal, saat pembukaan mereka berkomitmen untuk memberikan keramahan kepada tamu.

Nyatanya, apa yang menjadi komitmen mereka tak sejalan dengan praktiknya.

Memang benar kata orang. Mewah belum tentu profesional. Jangan sampai ada pemberitaan "Grand Mercure halangi Tugas Wartawan".

Sebab, insiden pelarangan wartawan masuk ke suatu acara di sana bukan baru terjadi sekali, melainkan sudah beberapa kali.

Mungkin ini bisa menjadi catatan bagi manajemen hotel untuk berbenah. Termasuk para instansi di Lampung, agar berkomitmen dari awal, memperbolehkan wartawan masuk, sebelum memutuskan menggelar acara di sana. Tabikpun. (**)