A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Mesuji Mantapkan Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak | Harian Momentum

Mesuji Mantapkan Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak

257 Views
Kadis PPPA Mesuji Sripuji Haryanti Hasibuan membuka bimbingan konseling pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

MOMENTUM, Mesuji--Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Mesuji menggelar bimbingan konseling kepada para kader kesehatan, puskesmas, puspaga dan organisasi perangkat daerah terkait.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Psikolog Yurni M.Psi itu berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tanjungraya, Selasa (28-10-2023).

Kadis PPPA Mesuji Sripuji Haryanti Hasibuan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pamahaman kepada para kader kesehatan terkait upaya pencegahan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

"Ini adalah bentuk komitmen dan tanggungjawab bersama dalam melakukan upaya pencegahan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Sripuji.

Psikolog Yurni M.Psi selaku narasumber mengatakan, seluruh instansi harus mampu menjalankan konsep tentang pemahaman konseling agar lebih efektif. "Kasus bullying diibaratkan seperti penomena gunung es, untuk penanganannya dimulai dari lingkungan keluarga dengan memperhatikan pendidikan, pemahaman dan pengasuhan, selanjutnya kondisi lingkungan sekitar," terangnya.

Dia juga menyebut, berdasarkan data KPAI,  60-70 persen kasus kekerasan seksual terjadi pada perempuan dan 30 persen pada laki-laki. (**)