A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tubaba Yakin Raih Anugerah Parahita Ekapraya | Harian Momentum

Tubaba Yakin Raih Anugerah Parahita Ekapraya

291 Views
Jajaran Pemkan Tubaba bersama Tim Verfikasi Lapangan Anugerah Parahita Ekapraya

MOMENTUM, Panaragan--Pembangunan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi salah satu prioritas program kerja Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba).

Terkait hal tersebut Pemkab Tubaba terus berupaya memaksimalkan capaian pembangunan di bidang tersebut, mengacu pada konsep dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.

Demikian disampaikan Penjabat Bupati Tubaba Muhammad Firsada, saat menerima kunjungan Kementerian Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Selasa (21-11-2023).

Kunjungan Tim Kemen PPPA, untuk melakukan tugas verfikasi lapangan, terkait penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE). Tim verfikasi tersebut dipimpin Sekretaeis Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA Siti Mardiah.

"Kami (Tubaba) optimis bisa meraih Anugerah Parahita Ekapraya, sebagai bukti nyata komitmen meningkatkan capaian pembangunan bidang pemberdayaan perempuan dan anak," kata pj bupati.

Selain itu, lanjut dia, tahapan verifikasi lapangan tersebut, menjadi sarana evaluasi untuk memastikan bahwa program yang dilaksanakan sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan. 

"Anugerah Parahita Ekapraya ini, bentuk motivasi sekaligus apresiasi peningkatkan kualitas kehidupan perempuan dan anak-anak di daerah, khususnya Kabupaten Tulangbawang Barat," terangnya.

Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Siti Mardiah menjelaskan, untuk verifikasi lapangan sampai dengan evaluasi penyelenggaraan Pengurusutamaan Gender (PUG), dilakukan dua tahun sekali. 

"Di tahun 2023 ini, sebagai evaluasi tahun 2022 dilakukan setahun dan turun kelapangan agar hasilnya maksimal, karena pada tahun 2021 kita dilanda pandemi sehingga verifikasi dilakukan secara daring," terangnya. 

Dia juga mengapresiasi Pemkab Tubaba yang telah menyelesaikan pengisian data dan informasi penyelenggaraan PUG. 

"Saya sampaikan apresiasi setinggi tingginya, karena pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat telah menyelesaikan pengisian data dan informasi PUG sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan," ungkapnya. (**)