A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pemkab Lamsel Dorong Efektifitas Pengelolaan Keuangan Desa | Harian Momentum

Pemkab Lamsel Dorong Efektifitas Pengelolaan Keuangan Desa

280 Views
Pembukaan workshop pengelolaan keuangan desa yang diselenggarakan Pemkab Lampung Selatan

MOMENTUM, Kalianda--Pengelolaan keuangan desa yang transparan, aspiratif dan akuntabel menjadi hal utama untuk mengefektifkan pelaksanaan dan pencapaian pembangunan di tingkat desa.  

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Thamrin saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa. Kegiatan berlangsung di Aula Dome Agrowisata, Kalianda, Jumat (17-11-2023). 

"Workshop ini sangat penting sebagai sarana menambah pengetahuan dan memperkuat koordinasi dalam pengelolaan keuangan untuk lebih mengefektifkan pembangunan di tingkat desa," kata Thamrin.

Karena itu, dia meminta peserta workshop, khsusnya para perangkat desa, serius menyimak dan memahami materi yang disampikan 

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Pelajari dan pahami semua materi yang disampaikan, sehingga nantinya dapat diterapkan dalam mengelola keuangan dan pembangunan desa yang lebih efektif," pintanya.

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Lampung Suyarsih Fifi Herwati yang menjadi salah satu narsumber workshop itu menyampaikan, saat ini desa tidak lagi menjadi obyek pembangunan. Namun, telah menjadi subjek pelaksanaan pembangunan.

Karena itu, perangkat desa wajib memahami aturan dan mekanisme penglolaan anggaran pembangunan, yang mengedepankan prinsip-prinsip: aspiratif, transparan dan akuntabel.  

"Workshop ini menjadi landasan penting dan strategis bagi kepala desa untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan desa agar lebih optimla dan efektif," kata Suyarsih. (**)