A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Caleg Kok Ngambekan | Harian Momentum

Caleg Kok Ngambekan

541 Views
Ikhsan Ferdiyanto, Wartawan Harian Momentum

MOMENTUM--Ada-ada saja tingkah calon wakil rakyat zaman sekarang. Bisa dibilang ini mengagetkan, tapi cocok juga untuk bahan guyonan.

Kenapa tidak?. Ya karena kupikir yang namanya berani ambil posisi sebagai calon wakil rakyat itu sudah siap mental.

Kalau wanita, ya dia harus sudah punya mental penyabar dan ulet seperti 'ibu'.

Dan kalau lelaki, ya paling tidak sudah bijaksana seperti 'bapak' yang hebat.

Keduanya kalau sudah punya mental seperti itu, pasti bisa mengayomi anaknya, bahkan mengusahakan apa yang diinginkan anaknya. Ya minimal berhasil mendidik anaknya lah.

Tapi bayangkan, kalau orang tua belum mempunyai mental yang matang. Si anak ngambek, orang tua ikutan ngambek. Apa jadinya?.

Saat ini, diusia ku yang menginjak 22 tahun aku mulai sedikit bisa menilai bagaimana eloknya sosok seorang wakil rakyat.

Itu, bisa aku rasakan karena saat aku ditugaskan menjadi wartawan politik kerap kali aku mewawancarai sang penyalur aspirasi. Bahkan juga yang baru akan mencalonkan diri.

Sedikit banyak, aku sembari menilai karakter mereka. Bahkan tak sedikit yang aku jadikan motivasi dari pengalamannya, pemikiran dan gaya bicaranya.

Tapi beberapa hari yang lalu aku dikejutkan, bahkan sempat bingung. Detik-detik diumumkan daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD, malah ada yang kompak satu partai di salah satu kabupaten mundur dari pencalonan.

Karena pengalaman ku yang masih sangat sedikit di bidang politik, perlahan aku pelajari. Bagaimana pendidikan kader yang ada di partai "A" itu.

Bertanya-tanya sudah pasti, meskipun informasinya mereka merasa kecewa dengan struktur partai di atasnya.

Untuk memastikan, aku terus berusaha mengkonfirmasi pihak terkait. Hingga aku mendapatkan alasan yang membuat satu rumpun partai itu kecewa berat.

Ternyata oh ternyata, 27 orang bu caleg dan pak caleg itu mundur hanya karena kecewa atas batalnya kehadiran petinggi partai dari pusat.

Itu juga, karena sang petinggi ini bertumburan jadwal dengan agenda lain. Bukan malas hadir loh ya.

Padahal ku kira ada sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal fatal. Sehingga bisa pada ngambek.

Tapi patut bersyukur, saat ini mereka mengurungkan niatnya dan batal mundur dari pencalonan. Justru, mereka siap berkontestasi pada pemilahan umum 2024.

Kalau terpilih jangan ngambekan ya, sayang kursinya. Tabik pun. (**)