A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Kejurnas Angkat Berat, Tujuh Lifter Lampung Lolos ke PON | Harian Momentum

Kejurnas Angkat Berat, Tujuh Lifter Lampung Lolos ke PON

502 Views
Sri Hartatik Lifter Lampung pemegang rekor dunia angkat berat kelas 57 Kg putri

MOMENTUM, Pringsewu--Pengprov Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Lampung memastikan tujuh tiket PON (Pekan Olahraga Nasional) tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.


Tujuh tiket itu didapat dari hasil kejuaran nasional angkat berat, sekaligus babak kualifikasi PON yang berlangsung di Padepokan Gajah Lampung, Kabupaten Pringsewu, 20-26 Oktober 2023.

Pengprov Pabersi Lampung yang bertindak sebagai tuan rumah babak kualifikasi terseut, menurunkan sembilan lifter: lima putra dn lima putri. Dari 15 kelas yang dipertandingkan, lifter-lifter Lampung ambil bagian di delapan kelas.


“Alhamdulillah, target kami meloloskan lifter ke PON XXI tercapai. Bukan berarti mengabaikan perolehan medali di kejurnas ini, namun memang lebih penting meloloskan dulu dengan kualitas yang baik, sambil melihat potensi daerah juga. Setelah ini baru akan dimaksimalkan dalam persiapan PON,” kata Edi Sunarso pengurus Pabersi Lampung yang juga ketua panitia kejurnas tersebut,” Rabu (26-10-2023).


Ketujuh lifter Lampung yang memastikan tiket PON tahun 2024 itu: Mei Purnamasari dan Mardiana Eka dari kelas 63 Kg putri, Dwi Mardiana kelas 47 Kg putri dan Sri Hartatik yang meraih dua medali emas di kelas 57 kg putri. Selanjutnya: Doni Meiyanto kelas 66 kg putra, Albin  kelas 59 Kg putra, dan Viki Arianto yang lolos di kelas 83 Kg putra. Dua lifter lainya: Samson kelas 53 kg putra dan Andi Andrean kelas 93 Kg putra, belum berhasi meraih tiket PON.


“Kalimatan Timur yang menunrunkan banyak lifter memang cukup mendominasi di pertandingan kualifikasi ini. Selain itu, beberapa daerah seperti Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kalimantan Barat dan Jawa Barat juga memiliki kekuatan yang semakin baik dan merata,” ungkapnya.


Menariknya dalam babak kualifikasi tersebut, lifter kawakan Lampung, Sri Hartatik yang turun di kelas 57 Kg putri kembali meraih tiket PON. “Ya, Alhamdulillah, saya bisa kembali meraih tiket ke PON untuk yang ketujuh kali,” kata Sri Hartatik.


Tatik pertama kali turun di PON tahun 2000 di Jakarta. Saat itu, usianya masih 16 tahun. Kemudian PON 2004 di Palembang, tahun 2008 di Kalimantan Timur, tahun 2012 di Riau, 2016 di Jawa Barat dan 2021 di Papua.


Tatik juga tercatat sebagai pemegang rekor dunia angkat berat di kelas 57 Kg putri dengan total angkatan 565 Kg yang dipecahkan di kejuaraan Dunia tahun 2018 lalu.

“Sekarang usia saya sudah 40 tahun dan tetap punya tekad merebut medali emas di PON XXI di Aceh Sumut. Prinsipnya, selagi Tuhan memberikan kesehatan dan kekuatan kepada saya, maka usia bukanlah suatu halangan. Semua kekuatan dari Allah, doakan saya masih tetap bisa mempersembahkan medali emas  PON tahun depan untuk Lampung,” harapnya. (**)