A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Ricuh di Depan Kantor KPU Pringsewu | Harian Momentum

Ricuh di Depan Kantor KPU Pringsewu

283 Views
Simulasi pengamanan unjuk rasa di halaman kantor KPU Kabupaten Pringsewu

MOMENTUM, Pringsewu--Puluhan orang menggeruduk Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pringsewu di komplek perkantoran pemkab setempat, Selasa (17-10-2022). Massa yang datang dengan mengendari mobil dan sepeda motor itu, langsung menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor KPU setempat. Mereka berorasi dan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan terkait hasil penghitungan suara pemilu yang dinilai tidak transparan.

Semula aksi tersebut berjalan tertib. Namun, situasi memanas karena massa memaksa masuk ke kantor KPU.  Aparat kepolisian yang mengamankan aksi tersebut, langsung melakukan mediasi untuk menenangkan massa. Upaya negosiasi itu justru berbuntut aksi saling dorong antara polisi dan pengunjuk rasa. 

Pihak Polisi terus berusaha menenangkan massa dan meminta koordinator lapangan untuk menunjuk perwakilan untukmenyampaikan aspirasi. Namun, para pengunjuk rasa justru terus merangsek berusaha menerobos barikade polisi. Bahkan, koordinator lapang aksi tersebut justru memanggil massa tambahan.

Aksi anarkis pun tak terhindarkan. Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan dengan batu dan botol air mineral. Mereka juga membakar ban bekas.

Untuk mengendalikan situasi, pihak Polres Pringsewu mengirim satu pleton pengendali massa. Namun, karena situasi semakin memburuk, polisi kembali menambahkan satu kompi dalmas untuk memperkuat pengamanan. 

Aksi unjuk rasa berakhir setelah sejumlah onknum yang diduga provokator ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk diproses hukum lebih lanjut.

Gambaran aksi unjuk rasa tersebut, merupakan  simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) yang diselenggarakan Polres Pringsewu sebgai persiapan pengmanan pemilu  tahun 2024 mendatang.

Kapolres Pringsewu AKBP Benny Prasetya mengatakan, simulasi tersebutb untuk melatih kesiapan dan kesigapan personel kepolisian dalam menghadapi kemungkinan situasi unjuk rasa saat pemilu tahun 2024.

"Berbagai skenario kita coba dalam simulasi ini. Mulai dari pengamanan kampanye, pemungutan suara di TPS, hingga rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU," kata kapolres.

Dia juga memastikan, kesiapan personel dan peralaan pendukung untuk pengamanan pemilu."Outputnya adalah agar kamtibmas di Kabupaten Pringsewu tetap kondusif," tegasnya.

Ketua KPU Kabupaten Pringsewu Sofyan Akbar Budiman mengapresiasi penyelenggaraan simulasi tersebut.

"Simulasi ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi hal-hal yang bisa mengganggu kondusifitas. Namun, kami berharap pelaksanaan Pemilu tahun 2024 di Kabupaten Pringsewu berjalan aman dan kondusif serta tidak ada yang terjadi seperti dalam simulasi tadi," kata Sofyan.

Agenda Sispamkota itu, perwakilan Bawaslu Pringsewu, jajaran TNI dari Kodim 0424/Tanggamus dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait. (**)