A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Lain Dulu, Lain Sekarang | Harian Momentum

Lain Dulu, Lain Sekarang

699 Views
Agung DW, Wartawan Harian Momentum

MOMENTUM--Dulu, lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK selalu ditakuti.

Apalagi, bagi mereka yang melakukan penyalahgunaan jabatan, kewenangan dan keuangan.

Mulai dari Kepala OPD, kepala daerah, sampai dengan anggota legislatif pun pasti gentar saat berurusan dengan KPK.

Pernah ada mantan kepala daerah yang bercerita kesannya saat dipanggil KPK.

Dia menuturkan, setiap orang yang dipanggil KPK mendadak jadi alim (taat ibadah).

Saat isoma (istirahat, solat, makan), orang yang dipanggil KPK lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat ibadah.

Dari yang biasanya salat hanya lima menit, saat di KPK bisa menjadi 30 hingga 60 menit.

Itu membuktikan, betapa takutnya mereka saat berurusan dengan lembaga antirasuah tersebut.

Prestasinya pun tak diragukan. Sudah banyak koruptor yang masuk bui oleh KPK.

Tapi itu dulu. KPK yang dikenal sebagai lembaga independen dan tanpa ampun terhadap koruptor seakan hilang. 

KPK sekarang terkesan loyo, tak segarang namanya. Bahkan, pimpinan KPK disebut-sebut memeras Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Beredar juga foto saat pimpinan KPK bertemu Mentan yang sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus dugaan pemerasan itu juga telah dilaporkan dan sedang ditangani Polda Metro Jaya.

Firli Bahuri (Pimpinan KPK) pun membantah tuduhan itu. Dia menyebutkan, jika saat ini KPK sedang diserang oleh koruptor.

Pernyataannya secara tak langsung mengartikan jika KPK sudah tidak lagi ditakuti oleh koruptor. Sebaliknya, malah diserang.

Beda dengan dulu. Kalau KPK yang dulu, tak pandang bulu. Sesuai dengan namanya, korupsi ya diberantas. Bukan malah disosialisasikan. Hehehe