A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Lampung Rebut Lima Tiket PON Cabor Paramotor | Harian Momentum

Lampung Rebut Lima Tiket PON Cabor Paramotor

728 Views
Pertandingan kualifikasi PON cabang olahraga paramotor/st

MOMENTUM, Banten--Lima atlet paramotor Lampung berhasil menyabet tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024 mendatang.

Tiket itu didapat dari hasil pertandingan kualifikasi cabang olahraga paramotor yang berlangsung di lapangan Detasemen Gorda TNI AU Serang Banten, 20 September hingga 1 Oktober 2023.

Kelima atlet paramotor Lampung yang dipastikan lolos ke PON XXI itu: Radyen Banta Hasbsallah, Yudhistira Perkasa, Adi Ayangsyah, Wahyu Syah Putra dan Sri Pudji Astuti.

Bukan hanya tiket PON, pada pertandingan kualifikasi tersebut, atlet-atlel paramotor Lampung juga berhasil membukukan satu medali emas dan satu perunggu.

Medali emas untuk Lampung itu disumbangkan Adi Ayangsyah nomor Slalom Open FL. Medali perak nomor tersebut, diraih Wahyu Wijaya dari Bali. Sedangkan Muhammad Fauzan DK dari Sumatera Selatan harus puas dengan medali perunggu.

Tidak berhenti di situ, Adi Ayangsyah yang juga turun di nomor FL Male Over All, Task Precision juga berhasil menyabet medali perunggu. Medali emas diraih atlet Jawa Timur Ade Syarif Hakim dan perak jatuh ke tangan Agus Rianto dari Bali.

"Tentu sangat bersyukur, bukan hanya lima tiket PON, di pertandingan kualifikasi ini kita juga meraih satu medali emas dan satu perunggu," kata Ketua Paramotor Lampung Bambang Abiyono, dikutip mediasenior.id.

Menurut dia, hasil tersebut semangat, kerja keras dan kekompakan seluruh tim, terutama para atlet.

"Kalau dilihat dari peralatan, jelas kita kalah jauh. Atlet-atlet dari daerah lain, pakai alat terbaru. Sedangkan kita hanya pakai alat lama. Tapi dengan kerja keras semangat dan tekad yang kuat, kita masih mampu bersaing dapat lima tiket PON, sekaligus satu medali emas satu perak," ungkapnya.

Dia berharap, hasil tersebut bisa semakin memotivasi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan teknik dan strategi, sehingga bisa kembali merebut medali emas di PON tahun 2024 mendatang.

"Mudah-mudah para atlet kita bisa terus meningkatkan kemampuan dan meraih medali di PON nanti. Untuk itu, kami butuh dukungan dari KONI Lampung," harapnya. 

Pertandingan kualifikasi PON Cabor paramotor memperebutkan 12 medali emas, 12 perak dan 12 perunggu. Dari jumlah tersebut, atlet-atlet Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan lima emas, satu perak dan satu perunggu.

Sumatera Selatan dengan dua emas, dua perak dan dua perunggu berada di peringakat kedua.  Bali di posisi ketiga dengan satu emas, tiga perak dan dua perunggu. Peringkat keempat ditempati Jawa Timur yang mengoleksi satu emas, dua perak dan dua perunggu.

Jawa Tengah yang mendulang satu emas, satu perak dan satu perunggu berada di peringkat kelima, dikuntit Lampung di posisi keenam dengan satu emas satu perunggu. Ria yang hanya mengoleksi satu emas berada di posisi ketujuh. Sisa tiga medali perak, direbut Banten, DKI Jakarta dan Sumatera Barat. Sembilan provinsi lainya tidak mendapatkan medali. (**)