A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Panen Raya Padi Varietas MSP, Tahan Hama dan Produktivitas Tinggi | Harian Momentum

Panen Raya Padi Varietas MSP, Tahan Hama dan Produktivitas Tinggi

540 Views
Panen raya padi varietas MSP di Dayaasri, Kecamatan Tumijajar, Tulangbawang Barat.

MOMENTUM, Tumijajar -- Pengurus Mari Sejahterakan Petani (MSP) melakukan panen raya padi varietas MSP pada musim taman gadu tahun 2023 di areal persawahan Tiyuh Dayaasri, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Selasa (10/10/2023).

Benih padi yang dikembangkan Surono Danu, warga Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah, tersebut dinilai kuat terhadap serangan hama, tidak terlalu banyak membutuhkan air, dan masa tanam 105 hari dari penyemaian.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang membidangi Pertanian, Lingkungan dan Kehutanan, I Made Urip mengungkapkan hasil penghitungan panen raya padi MSP di Tumijajar, perhektare mencapai 8,2 ton. Hasil ini lebih bagus dibandingkan padi varietas lain.

"Jadi, kami akan terus memberikan dorongan kepada petani-petani MSP untuk bergerak dan lebih berinovasi supaya kita bisa meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan, dan kedaulatan pangan," kata dia.

Menurutnya, petani dianjurkan menggunakan benih padi MSP. Sebab, produktivitasnya tinggi, lebih tahan terhadap penyakit, dan banyak keunggulan lainnya.

"Jika produktivitas padi meningkat, tentu ini mendukung Indonesia menuju kedaulatan pangan," katanya. 

Untuk mencapai kedaulatan pangan, kata dia, petani diminta tidak mengalihkanfungsikan lahan, melakukan regenerasi petani yakni anak-anak muda dapat terjun ke sektor pertanian, dan infrastruktur pertanian dan sarana produksinya.

"Mari kita bekerja bersama menuju Indonesia yang bedaulat pangan, ayo para petani terus bergerak dan berinovasi, tingkatkan produktivitas, tentu upaya ini juga akan meningkatkan kesejahteraan para petani," ucapnya.

Sementara pegiat tani milenial, Dwinan Rahmandi yang sudah mensupport para petani dengan memberikan bibit padi MSP dan melakukan pendampingan hingga panen, mengungkapkan kegiatan ini bertujuan membangun kembali kepercayaan petani menggunakan bibit lokal.

"Kita membagikan benih secara gratis. Petani juga tidak beli benih kembali karena hasilnya bisa dijadikan bibit kembali.Program ini tidak hanya di Tubaba, melainkan di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur," ujarnya.

Tujuan program ini, kata Dwinan adalah meningkatkan produktivitas padi, menjaga kedaulatan pangan dalam negeri tanpa ketergantungan negara lain

Pada hari ini, panen raya dilakukan pada lahan seluas 32 ha. "Ke depan saling gotong royong terus apa yang sudah dilakukan hari ini. Lampung menjadi hal utama dalam percontohan. Petani penyangga tatanan Indonesia," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tubaba, Ponco Nugroho mengatakan, untuk optimalisasi ketersediaan pangan, para petani membutuhkan sarana dan prasarana.

"Untuk itu saya akan menyiapkan proposal untuk para petani yang membutuhkan handtracktor dan beberapa alat penunjang lainnya seperti yang diminta oleh Ketua Komisi IV DPR-RI, pak Sudin," katanya.

Pada panen raya itu, Sudin yang juga Ketua DPD PDIP Lampung, akan memberikan lima unit handtractor, 5 unit pompa air, bila masih kurang bisa ditambah 20 suplayer, kepada petani setempat.

"Silakan buat proposalnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa turun," singkatnya.

Tampak hadir, Ketua DPP Mari Sejahterakan Petani (MSP) Bambang Mujiarto, Sekretaris PDIP Lampung Sutono, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumai, Asisten II sekaligus Plt Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Tubaba Nakhoda, Ketua DPC PDIP Tubaba Ponco Nugroho, Ketua HKTI Provinsi Lampung, Umar Ahmad, dan  Surono Danu selaku penemu padi jenis MSP. (*)