A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

SMPN 10 Mesuji Workshop Kurikulum Merdeka Belajar | Harian Momentum

SMPN 10 Mesuji Workshop Kurikulum Merdeka Belajar

354 Views
Guru SMPN 10 Mesuji mengikuti Workshop Kurikulum Merdeka belajar.

MOMENTUM, Mesuji -- SMPN 10 Mesuji telah menerapkan kurikulum merdeka belajar program Kementerian Pendidikan dan Riset Teknologi Tinggi (Kemendikbudristek) 2023. 

Kepala Sekolah SMPN 10 Mesuji, Yulius mengatakan program tersebut membutuhkan guru atau tenaga pendidik yang memiliki kualitas dan kompetensi mengajar yang baik.

Karena itu, kata dia, para guru diberi pelatihan atau pemahaman melalui workshop agar mampu menerapkan kurikulum tersebut dengan baik.

"Pada Oktober ini, kami mengadakan workshop kurikulum merdeka belajar selama tiga hari yang diikuti para guru," katanya. Narasumbernya, Kukuh Priono, pengawas sekolah jenjang SMP wilayah binaan Kecamatan Simpangpematang dan Pancajaya. 


Dalam pelatihan itu dibahas antara lain tentang penyusunan dan pengadaan bahan ajar dalam implementasi Kurikulum Merdeka  2023. Menurut dia, di sekolahnya, khususnya kelas tujuh yang muridnya berjumlah 86 anak, sudah menerapkan kurikulum tersebut.

"Program pelatihan ini akan terus dilaksanakan untuk pengembangan kompetensi guru," ujarnya di ruang kerjanya, Sabtu 7 Oktober 2023.

Sementara itu, Kukuh Priono berharap kegiatan semacam ini akan membawa perubahan yang lebih baik khususnya dalam kegiatan belajar-mengajar dalam dunia pendidikan.

Dia berpesan, guru harus memahami para siswanya. Guru perlu memahami karakter dan potensi yang dimiliki siswa agar lebih mudah memilih materi yang akan disampaikan pada siswa. Guru juga dapat menumbuhkan semangat belajar pada siswa.

Poin utama dalam Kurikulum Merdeka adalah kebebasan berpikir, kebebasan memilih materi dan kebebasan dalam mengeksplorasi kompetensi maupun potensi yang dimiliki siswa seluas-luasnya. Oleh sebab itu, guru harus mampu memahami siswa dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan materi maupun pemahaman terhadap siswa, jelasnya. (*)