A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

FS Diduga Tipu Agen BRI Link, Transfer Rp7 Juta untuk Judi Online | Harian Momentum

FS Diduga Tipu Agen BRI Link, Transfer Rp7 Juta untuk Judi Online

317 Views
Seorang pria berinisial FS (30) asal Kotaagung, Kabupaten Tanggamus diamankan aparat Polsek Pagelaran, Polres Pringsewu.

MOMENTUM, Pringsewu -- Seorang pria berinisial FS (30) asal Kotaagung, Kabupaten Tanggamus ditangkap aparat Polsek Pagelaran, Polres Pringsewu. 

FS diduga telah melakukan aksi penipuan dengan modus pura-pura mentransfer uang di salah satu agen BRI Link di Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu pada Selasa (3/10/2023). Diduga pelaku menstranfer uang untuk judi online.

Pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu  ditangkap saat bersembunyi di rumah warga yang tidak jauh dari tempat dia melakukan penipuan.

Berdasarkan informasi, pemilik BRI Link, Sefty Wulandari (32) menceritakan, pada Selasa (3/10/2023) pagi sekitar pukul 09.00 wib pelaku mendatangi gerai BRI link miliknya dengan maksud hendak mentransfer uang sebesar Rp7 juta. 

Menurut korban, awalnya dia sudah curiga karena pelaku tidak memperlihatkan dan menyerahkan uang cash kepadanya. Akan tetapi karena pelaku menyuruh untuk buru-buru mentransfer sambil memberikan uang jasa transfer dan mengaku warga sekitar maka dirinya langsung mentransfernya.

Setelah proses transfer selesai, pelaku meminta struk bukti transfer sambil berpura pura mengambil uang dari dalam tasnya. Namun setelah struk bukti transfer diberikan. pelaku berusaha kabur dengan menggunakan sepeda motornya.

Sadar menjadi korban penipuan, korban mengejar pelaku dan memegangi bagian belakang motor pelaku hingga korban terseret.

Mengetahui aksinya mendapat perlawanan pelaku langsung berusaha melepaskan pegangan korban dengan menginjak-injak kaki dan badan korban. Namun apes korban terus menghalaunya hingga berdatangan warga sekitar. Pelaku lantas melarikan diri meninggalkan sepeda motornya.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka lecet dan memar di sejumlah bagian tubuh. Uang sebesar Rp7 juta juga raib.

Kapolsek Pagelaran Iptu Hasbulloh mengatakan, dalam waktu kurang dari setengah jam pelaku penipuan dan penganiayaan itu dapat ditangkap polisi dan warga. 

"Pelaku ditangkap saat bersembunyi di rumah warga yang berlokasi tidak jauh dari TKP," ungkap Kapolsek Pagelaran pada Selasa (3/10/2023) malam.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku melakukan penipuan karena kecanduan judi online. Uang hasil menipu tersebut disetorkan ke salah satu rekening sebagai deposit untuk bermain judi online jenis slot

Menurut pelaku, sudah setahun ini dia bermain judi online jenis slot dan selalu kalah hingga membuat harta bendanya seperti mobil habis terjual.

Karena berharap masih bisa menang, ungkap Kapolsek, pelaku mencari modal berjudi dengan cara menipu. Dan tidak hanya di Pagelaran, sebelumnya pelaku juga sudah pernah melakukan aksi yang sama di wilayah Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

"Dalam aksinya terdahulu itu pelaku sukses menipu korban sebesar Rp5 juta," imbuh Hasbulloh.

Dia menuturkan, sejumlah barang bukti turut diamankan dalam peritiwa tersebut,  diantaranya sebuah buah helm merek NHK warna hitam, sebuah tas ransel warna hitam, satu unit  motor bernopol BE 4844 VW dan struk bukti transfer senilai 7 juta rupiah ke rekening a.n Dila.

Lebih lanjut, tersangka dan barang bukti diamankan di mapolsek pagelaran. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Pasa 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 351 KUHP  tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Kapolsek mengimbau masyarakat khusunya pemilik BRI Link untuk lebih berhati hati dan mewaspadai dalam melayani konsumen. Ia meminta pegawai BRI Link untuk tidak melayani konsumen yang tidak menyerahkan uang cash yang akan ditransfer.

"Kami minta untuk lebih waspada agar kejadian ini tidak terulang lagi,"tegasnya. (*)