A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Metro Culinary Night and Finance Fest Sarana Pengembangan Potensi UMKM dan Pelestarian Cagar Budaya | Harian Momentum

Metro Culinary Night and Finance Fest Sarana Pengembangan Potensi UMKM dan Pelestarian Cagar Budaya

387 Views
Walikota Metro Wahdi Sirajuddin membuka even bertajuk Metro Culinary Night and Finance Fest

MOMENTUM, Metro--Pemkot Metro terus melakukan upaya pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)sebagai penompang utama perekonomian masyarakat. 

Terkait hal tersebut, Pemkot Metro kembali menghelat  even promosi kuliner produk UMKM. Even betajuk Metro

Culinary Night and Finance Fest dihelat di kompleks cagar budaya Rumah Asisten Wedana, di Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat.

Even yang akan berlangsung hingga 7 Oktober mendatang itu dibuka Walikota Metro Wahdi Sirajuddin, Senin (2-10-2023).

Wahdi berharap melalui even tersebut, dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM. Selain itu juga dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta pelestarian cagar budaya (Rumah Asisten Wedana).

"Even ini tidak hanya berfokus pada kulinernya saja, tapi juga mengenalkan sejarah Kota Metro kepada setiap pengunjung," kata Wahdi.

Ketua Panitia Pelaksana even tersebut M Riananda Pratama mengatakan, secara umum proses transaksi keuangan di Metro Culinary Night and Finance Fest menggunakan sistem nontunai. "Jadi bisa dikatakan pada even ini kita tidak menerapkan sistem pembayaran cash. Kita siapkan kasir on point untuk pembayaran  cashles atau nontunai dengan QRIS," kata Riananda.

Meski demikian, jika ada konsumen yang tidak dapat menggunakan QRIS, sediakan tiga  kasir on point.

"Untuk booth atau stand ada 42. Dari jumlah itu: 38 boot kuliner dan sisa produk UMKM nonkuliner. Kalau untuk harga kuliner sangat terjangkau, mulai dari Rp5 ribuh hingga maksimal Rp 30 ribu," ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan tersebut bisa menjadi wadah peningkatan perekonomian UMKM serta pengenalan cagar budaya Kota Metro.

"Tujuan sebenarnya untuk meningkatkan ekonomi UMKM serta mengembangkan cagar budaya ini agar menjadi community mall," harapnya. (**)