A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Atras Mafazi Bakal Perjuangkan Nasib Petani | Harian Momentum

Atras Mafazi Bakal Perjuangkan Nasib Petani

576 Views
Atras Mafazi, Calon Legislatif DPR RI Dapil Lampung I.

MOMENTUM, Bandarlampung-- Memperjuangkan kesejahteraan petani di Indonesia menjadi tujuan utama dalam hidup dr. M Atras Mafazi, M.M.

Sehingga dia memutuskan untuk mengabdi kepada masyarakat luas, melalui jalur legislatif. 

Ya, meski masih berpraktik sebagai dokter, Atras Mafazi memilih maju sebagau bakal calon legislatif (bacaleg) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Saya aktif dalam kegiatan pemberdayaan dan rutin mengunjungi kelompok tani dan komunitas pemuda di berbagai daerah. Karena aktivitas itulah, saya berkesempatan dekat dengan Pak Prabowo Subianto hingga berlabuh ke Partai Gerindra," kata Atras, Rabu (20-9-2023).

Ia menyampaikan, dirinya mempunyai kewajiban membantu partai menjalankan program-program dalam bidang pertanian.

Untuk itu ia berikhtiar maju sebagai calon anggota DPR RI melalui daerah pemilihan (Dapil) Lampung I meliputi  Bandarlampung, Metro, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat.

Atras juga menyebutkan, ia mempunyai tiga hal yang menjadi target di ranah legislasi.

"Ada tiga hal utama ranah legislasi yang akan saya perjuangkan," ucapnya.

Pertama, kata Atras, pemenuhan gizi dan jaminan kesehatan. Karena generasi unggul akan ada jika gizi terpenuhi.

Kedua, mendukung usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan menciptakan lapangan pekerjaan. Ketiga, mendorong undang-undang kesejahteraan petani.

"Kita juga harus mendorong regulasi yang bisa memberikan kepastian ditunaikannya hak kesejahteraan petani," terangnya.

Hebatnya, Atras saat ini telah mendirikan program kelompok tani yang ia namakan 'Bolo Tani'.

"Bolo Tani menjadi tempat saya menggalang aspirasi, berkolaborasi dengan petani untuk mencari solusi masalah pertanian, serta saluran untuk menjalankan program-program pemerintah. Komunitas ini wadah perjuangan saya apabila menjadi anggota DPR RI,"  tuturnya.

Pria yang juga saat ini menjadi pimpinan DPP Pemuda Tani Indonesia itu mengatakan, pemerintah sudah banyak mengeluarkan kebijakan dan anggaran untuk meningkatkan pertanian terutama program swasembada pangan. 

Namun, jelas Atras, masalah pertanian pun begitu besar dan serius. Sehingga dibutuhkan kerja keras baik pemerintahan maupun DPR.

"Seperti memperluas akses petani untuk mendapatkan modal, mendapatkan benih, pupuk, pestisida yang bermutu, juga alat dan teknologi yang merata. Termasuk kemudahan akses menuju pasar dari lahan pertanian," jelasnya.

Dengan kematangannya di dunia pertanian itu, menambah keyakinan Atras untuk maju ke senayan melalui perahu besar yang dinahkodai Prabowo Subianto. 

"Karena itulah saya berjuang menjadi anggota DPR. Melalui posisi itu, saya berharap bisa mengkonsolidasi kelompok masyarakat. Baik itu petani, perguruan tinggi, peneliti, sektor swasta, untuk berkolaborasi mempengaruhi kebijakan memajukan pertanian," kata Atras yang juga seorang pengusaha. 

"Adil adalah berpihak pada yang lemah," tutupnya.(**)

Berikut riwayat pendidikan tinggi dr Atras Mafazi:

1. Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2008-2014)

2. Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (2016-2018)

3. Pendidikan informal di Global Network for Advanced Management, Yale University, Conenecticut, United States (2017).

Organisasi:

1. Pimpinan DPP Pemuda Tani Indonesia,

2. PP Pemuda Muhammadiyah,

3. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)

4. Tunas Indonesia Raya (Tidar),

5. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).