A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Damkartan Mesuji Ingatkan Warga untuk Tidak Bakar Lahan | Harian Momentum

Damkartan Mesuji Ingatkan Warga untuk Tidak Bakar Lahan

342 Views
Regu C Damkartan dibantu TRC BPBD padamkan api yang membakar lahan belukar dan kebun karet.

MOMENTUM, Mesuji – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Mesuji meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarang karena dapat menimbulkan kebakaran. 

Kepala Bidang penyelamatan Damkartan Mesuji Ardiansyah mencontohkan kebakaran yang terjadi Desa Agungbatin, Kecamatan Simpangpematang, diduga karena ada warga yang membakar sampah.

Musim kemarau yang membuat banyak pohon dan belukar kering, ditambah dengan kencangnya tiupan angin, membuat api terus membesar dan terjadi kebakaran. 

Menurut Ardiansyah, kebakaran yang terjadi pada Kamis pekan lalu itu menyebabkan kebun karet ikut terbakar. Dia menyebut, area yang terbakar berupa kebun karet dan belukar mencapai 15 hektare.

Kobaran api berhasil dipadamkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mesuji. Menurut dia, api berhasil dipadamkan setelah sekitar enam jam dari kejadian.

“Kami mendapat laporan pukul 12.56 WIB dari Herman warga Desa Agungbatin, Kecamatan Simpangpematang,” kata Ardiansyah mewakili Kadis Damkartan Minggu (17-9-2023).

Setengah jam kemudian, para anggota membawa alat-alat pemadam. Setibanya di lokasi sekitar 15 hektare lahan belukar dan kebun karet milik warga terbakar. Pemicu kebakaran belum dapat dipastikan karena warga yang melapor baru tahu kalau di kebunnya terbakar. 

Ardiansyah mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang dengan tidak membakar lahan atau sampah sembarangan, katanya.